BANGKALAN, RadarMadura.id – Banyak cara untuk mengisi kantong dengan rupiah. Joni Pratama telah membuktikan dengan menjalankan usaha di Madura.
Pria kelahiran Solo, Jawa Tengah, itu setiap hari mangkal di sebelah utara Kampus Ngudia Husada Madura di Jalan R.E. Martadinata, Bangkalan.
Setiap hari menjual makanan khas Solo, Jawa Tengah. ”Saya jualan pentol bakar karena termasuk makanan dari daerah saya,” terang Joni Pratama Sabtu (14/12).
Joni mengungkapkan, Solo biasa dikenal dengan jenis makan yang manis. Sementara Madura dikenal dengan satenya, sehingga dirinya berinisiatif untuk menjual pentol bakar.
”Kalau di sini kebanyakan sosis bakar. Namun, di Solo, tempe bakar juga ada, namun yang lumrah pentol bakar,” terangnya.
Pria 30 tahun itu sudah menghabiskan separo hidupnya di Madura. Sebelumnya, dirinya ikut ayahnya untuk jualan bakso.
Tapi, sejak tiga tahun lalu Joni memutuskan buka usaha sendiri dengan jualan pentol bakar.
”Saya sudah 15 tahun di Madura. Saat ini saya menetap di Madura dan memutuskan buka usaha sendiri,” ungkapnya.
Joni mengetahui cara buat pentol bakar tersebut belajar dari sang ayah. Ayahnya juga menjalankan usaha yang sama waktu berada di Solo.
Joni setiap hari mangkal menggunakan sepeda motor mulai pukul 10.00 hingga 14.00. ”Kalau belum habis biasanya keliling daerah perumahan,” jelasnya.
Selain pentol bakar, dia juga menjual tahu bakar. Tiap tusuk dijual seharga Rp 1.000. Dalam sehari bisa terjual antara 300 tusuk hingga 400 tusuk.
”Setiap hari bisa mendapatkan Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu,” papar ayah dua anak itu.
Joni menekuni usaha itu karena lebih merasa nyaman dan menikmati. Meskipun kadang juga tidak mudah dalam menjalankan usaha jual pentol bakar tersebut.
”Yang buat saya kadang sering kesulitan ketika musim hujan, karena sering kehujanan pas di jalan, sehingga dagangannya kebasahan dan gak bisa jualan lagi,” ungkapnya. (din/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti