BANGKALAN, RadarMadura.id Minat terhadap lingkungan dan laut mendorong semangat Zainul Hidayah untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Dia memilih Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai tempat untuk belajar dan memperdalam ilmu pengetahuan.
Rintik hujan dan lalu lalang kendaraan memadati sepanjang jalanan menuju Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Kamis (12/12).
Mahasiswa sepertinya tengah sibuk dengan tugas perkuliahan, taman kampus negeri ternama di Pulau Madura itu tampaknya tak pernah sepi dan menjadi tempat tongkrongan diskusi.
Pukul 14.22 kami tiba di ruang Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM).
Tampak Prof Dr Zainul Hidayah, S.Pi., M.App.Sc. tengah berdiskusi dengan rekan kerjanya.
Tidak lama kemudian, dia menghampiri kami sembari mengajak ke ruang kerjanya.
Prof Zainul mulai membuka percakapan seputar perjalanannya menjadi guru besar di bidang system informasi geografis.
Baginya, 21 tahun adalah waktu yang tidak sebentar untuk mewujudkan itu semua.
Pria kelahiran Kecamatan Kamal, Bangkalan, itu menamatkan pendidikan dasar di SDN Banyuajuh 1, Kamal. Kemudian, SMPN 1 Kamal dan SMAN 1 Kamal. Setelah lulus, dia melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Institut Pertanian Bogor (IPB) menjadi kampus pilihannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
”IPB salah satu kampus terkenal dan terbaik pada masanya sehingga saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke sana,” jelasnya.
Zainul memilih kuliah di IPB di jurusan ilmu dan teknologi kelautan.
Dia memilih jurusan tersebut karena minatnya terhadap lingkungan dan laut tinggi.
Dia ingin belajar banyak tentang kelautan. Apalagi, pria berkacamata itu juga menyukai kegiatan outdoor.
Zainul juga memiliki ketertarikan khusus tentang dunia kelautan.
”Bukan karena saya orang pesisir, tapi memang ada ketertarikan khusus untuk belajar ilmu kelautan,” ujarnya.
Waktu mengenyam pendidikan di IPB, aktivitas Zainul sama seperti mahasiswa pada umumnya.
Selain kuliah yang menjadi aktivitasnya sehari-hari, termasuk kegiatan padat seperti praktikum, dia juga disibukkan dengan organisasi keolahragaan.
”Saat itu saya juga aktif menjadi asisten dosen di beberapa mata kuliah di IPB,” kenang ayah tiga anak tersebut.
Putra pasangan H Muhamad Zahri dan Hj Harnanik itu dinyatakan lulus dari IPB pada 2003.
Setelah lulus, dia mengajar di Fakultas Pertanian UTM. Empat tahun kemudian, melanjutkan pendidikan pascasarjana di James Cook University di Australia.
Setahun waktu yang dia habiskan di Negeri Kanguru tersebut.
Tidak berhenti di situ. Pada 2013, Zainul melanjutkan studi di Isntitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di departemen teknologi kelautan fakulas teknologi kelautan.
Selain mengajar di kampus, dia memiliki tugas tambahan sejak 2021, yaitu ditunjuk sebagai sekretaris LPPM UTM. Dia juga aktif di Himpunan Ahli Pengolahan Pesisir Indonesia.
”Saya juga menjadi konsultan di berbagai kegiatan penelitian yang bekerja sama dengan instansi pemerintah ataupun pihak swasta,” ucapnya. (za/luq)
Editor : Fatmasari Margaretta