Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Polisi Luangkan Waktu Berkebun Legundi, Perawatan Mudah dan Berkhasiat untuk Kesehatan

Achmad Andrian F • Minggu, 22 September 2024 | 20:58 WIB
BERBUNGA: Aris Susanto memeriksa buah legundi di Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Bangkalan, Minggu (8/9). (IMAMUDIN/JPRM)
BERBUNGA: Aris Susanto memeriksa buah legundi di Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Bangkalan, Minggu (8/9). (IMAMUDIN/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Legundi atau gandasari merupakan tanaman semak atau pohon kecil yang termasuk dalam suku Verbenaceae.

Tanaman ini memiliki batang yang ditutupi bulu-bulu lembut dan daun yang tersusun beraturan sepanjang batang. Permukaan atas daun berwarna hijau. 

Sedangkan permukaan bawahnya berwarna hijau keabu-abuan. Buahnya lebih besar dari merica dan jika warna buah sudah agak menghitam, itu tandanya sudah siap panen.

Aris Susanto meluangkan waktu untuk berkebun legundi di sela-sela kesibukan sebagai Paur Subbagian perawatan personel (Subbagwatpers) SDM Polres Bangkalan.

Dia mulai berkebun legundi sejak enam bulan lalu. Tanaman itu dia kembangkan di Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Bangkalan.

”Awalnya pernah tanam cabai, tapi gagal. Tanam jagung juga pernah, tapi hasilnya kurang memuaskan,” tutur Aris Susanto kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Minggu (8/9).

SIAP PANEN: Buah legundi berubah warna menjadi kehitaman tanda siap panen. (IMAMUDIN/JPRM)
SIAP PANEN: Buah legundi berubah warna menjadi kehitaman tanda siap panen. (IMAMUDIN/JPRM)

Pria kelahiran Banyuwangi itu kemudian belajar budi daya legundi dari temannya yang dikenal lewat media sosial. 

Namanya Eko, asal Jepara, Jawa Tengah. Dialah yang berbagi proses dan cara tanam legundi. ”Setelah saya praktikkan, memang betul tidak membutuhkan biaya banyak dan perawatannya juga mudah,” ungkap Aris.

Perawatannya mudah. Sehingga, dirinya bisa merawat perkebunan di sela kesibukannya sebagai aparatur negara.

”Untuk perawatannya bisa menggunakan pupuk kandang atau jenis kimia urea. Tapi, yang sering saya manfaatkan itu apa yang ada di sekitar, seperti daun dan pohon pisang diolah jadi pupuk alami,” terang suami Putas Triani itu.

Ayah dari dua anak itu kali pertama membeli bibit legundi dengan harga Rp 6 ribu per pohon. Saat ini dia sudah menanam 1.000 pohon di lahan seluas 40x40 meter persegi. Masa tanam legundi dari pembibitan berkisar enam bulan bisa berbuah dan siap dipanen.

Faktor cuaca juga memengaruhi untuk hasil buah legundi. ”Kalau musim kemarau kayak gini biasanya disiram satu minggu sekali,” jelas polisi berpangkat inspektur polisi satu (iptu) tersebut.

Menurut dia, tanaman legundi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Tidak hanya buah atau biji, daun batang sampai akarnya bisa diambil manfaatnya untuk kesehatan.

Namun, Aris hanya menjual bijinya saja. Hasil perkebunannya itu dia kirim ke pengepul di luar kota. ”Atau nanti dikirim ke pabrik langsung di Surabaya,” terangnya.

Aris sudah dua kali panen. Per kilogram bisa dijual dengan harga Rp 60 ribu untuk kualitas istimewa. Menurut dia, jika perawatannya bagus, satu pohon bisa menghasilkan sampai 15 kilogram setiap panen.

Buah legundi dengan kualitas istimewa dan siap dipanen jika sebesar merica dan warnanya sudah mulai menghitam.

Selain itu bisa dilihat dari panjang tangkai sekitar 15 sentimeter. ”Kalau tidak panjang belum bisa dikatakan istimewa,” sambungnya.

Pohon legundi setelah umur enam bulan bisa panen dua kali setiap bulan. Umur pohon tersebut tidak ada jangka waktu.

Biasanya sampai mati, seperti pohon rambutan atau pohon mangga. ”Kalau sudah umur enam bulan, ke depannya hanya menikmati hasil dan tidak perlu perawatan intens,” tandasnya. (c5/luq)

Editor : Achmad Andrian F
#berkebun #legundi #kesehatan #berkhasiat #usaha #polisi