Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Rokib, Lima Periode Menjabat Anggota DPRD Bangkalan, Bertahan karena Dorongan Masyarakat, Jadikan Kompetitor sebagai Kawan Politik

Hera Marylia Damayanti • Senin, 26 Agustus 2024 | 16:43 WIB
Rokib, anggota DPRD Bangkalan. (JUPRI/JPRM)
Rokib, anggota DPRD Bangkalan. (JUPRI/JPRM)

 

BANGKALAN, RadarMadura.id – Nama Rokib tidak asing di dunia perpolitikan Bangkalan.

Dia sudah lima kali terpilih menjadi anggota DPRD Bangkalan. Terhitung sejak 2004 hingga 2029.

Sebab, dia kembali terpilih dalam pemilihan legislatif (pileg) pada 14 Februari 2024.

Dia termasuk anggota DPRD Bangkalan terlama. Awalnya, kendaraan politik Rokib adalah Partai Persatuan Daerah (PPD).

Rokib termasuk politikus yang setia. Selama dua periode dia habiskan bersama PPD.

Bagi Rokib, berpolitik harus memiliki prinsip. Itu ditunjukkan dengan tidak pindah-pindah partai politik.

Setelah PPD tidak menjadi peserta pemilu, dia berlabuh ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) besutan Megawati Soekarnoputri.

”Mungkin kalau PPD masih ada, saya tidak pindah partai,” ucapnya.

Politikus asal Kecamatan Socah itu memulai karier politik dari nol. Rokib merasa tergugah untuk menjadi wakil rakyat karena tidak ada perwakilan dewan yang berasal dari Kecamatan Socah.

”Saat itu saya juga ingin belajar di dunia politik,” ujarnya.

Selama 20 tahun menjadi wakil rakyat, dinamika yang dialami di DPRD Bangkalan tidak jauh berbeda.

Kecuali tuntutan masyarakat yang semakin besar. Selain itu, persaingan perebutan kursi legislatif semakin ketat.

”Kalau dulu dukungan tidak melebar. Sekarang ada beberapa politikus lain dari Kecamatan Socah,” tuturnya.

Bagi Rokib, 20 tahun bukan waktu yang sebentar di dunia politik. Asam manis perpolitikan daerah sudah dia rasakan.

Dia juga merasakan pasang surut semangat menjadi anggota dewan.

Namun, dia tetap bertahan karena besarnya dorong masyarakat.

”Sebenarnya di periode ketiga saya sudah jenuh. Tapi karena besarnya dorongan masyakarat, akhirnya saya kembali maju,” tutur mantan ketua Komisi B DPRD Bangkalan itu.

Rokib tidak tahu sampai kapan berkarier di dunia politik. Pihaknya memasrahkan pada konstituennya.

Yang pasti, Rokib tidak berambisi untuk terus berkarier di dunia politik.

”Lihat saja nanti, apakah masyarakat menginginkan saya atau tidak. Tapi, saya tidak berambisi apalagi ngoyo untuk bisa selalu menang,” lanjutnya.

Dia mengungkapkan, kompetitor politik di daerah pemilihan (dapil) 1 Bangkalan terus bertambah.

Termasuk dari di internal partai yang sama. Rokib harus bersaing keras agar bisa mempertahankan kursi dewan.

Meski begitu, Rokib merasa tidak tersaingi. Sebab, dia menganggap kompetitornya sebagai kawan dalam berpolitik.

”Saya menyerahkan semuanya pada masyarakat yang saya wakili. Memilih saya atau orang lain tidak masalah,” ungkapnya.

Rokib sudah banyak memenuhi kebutuhan masyarakat selama berkecimpung di dunia politik.

Meski begitu, pihaknya berkomitmen untuk terus menjadi aspirator bagi konstituennya.

”Kebutuhan masyarakat itu terus berubah. Kalau dulu bidang infrastruktur, pertanian, kesehatan, dan lainnya. Semoga ke depan saya bisa berbuat lebih banyak lagi untuk masyarakat,” katanya. (jup/bil)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#dunia politik #Rokib #ppd #Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) #politikus #DPRD Bangkalan