BANGKALAN, RadarMadura.id – Capaian retribusi sampah berlangganan di Kota Zikir dan Salawat terbilang rendah.
Buktinya, sejak Januari–Juni, capaiannya masih Rp 112 juta atau 50 persen.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan berdalih kekurangan personel sehingga capaian retribusi tersebut minim.
Kepala DLH Bangkalan Anang Yulianto menyatakan, meski capaian retribusi sampah masih 50 persen, dia optimistis sebelum akhir tahun bisa mencapai target senilai Rp 225 juta.
”Insyaallah memenuhi target sebelum akhir tahun 2024. Sebab, saat ini sudah mencapai separo dari target,” katanya.
Menurut dia, ada beberapa kendala yang dijumpai dalam proses pemenuhan target retribusi tersebut.
Salah satunya, jumlah personel tidak ideal. ”Personel kita yang ditugaskan menarik retribusi sampah berlangganan juga terbatas,” dalihnya.
Dia menjelaskan, institusinya sudah menyiapkan pembayaran secara online untuk memudahkan pelanggan.
Yakni, melalui aplikasi e-Retribusi. Namun, hasilnya diakui belum maksimal. Anang menduga biaya langganan sebesar Rp 3.500 sebulan terlalu kecil untuk dibayar melalui aplikasi.
”Makanya, penarikan dilakukan secara door-to-door ke rumah pelanggan,” lanjutnya.
Dia menambahkan, institusinya juga berencana memperluas layanan di beberapa kecamatan untuk meningkatkan capaian retribusi.
Baca Juga: Beasiswa Pendidikan Belum Dicairkan, Dispendik Bangkalan Beralasan Perbup Belum Selesai
Misalnya, menyediakan sarana dan prasarana (sarpras) di Kecamatan Arosbaya. ”Semuanya akan dilengkapi secara bertahap,” tandasnya. (za/yan)
Editor : Ina Herdiyana