Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Muhammad Yakub, Juara 2 Tokoh Pendidikan Madura Awards 2024, Berhasil Gerakkan Ratusan Sekolah Berinovasi

Fatmasari Margaretta • Sabtu, 18 Mei 2024 | 14:30 WIB
REWARD: Asisten Pemerintahan dan Kesra Setkab Bangkalan menyerahkan penghargaan Kadispendik sebagai juara 2 tokoh pendidikan terfavorit dalam Pendidikan Awards 2024, Sabtu (4/5).
REWARD: Asisten Pemerintahan dan Kesra Setkab Bangkalan menyerahkan penghargaan Kadispendik sebagai juara 2 tokoh pendidikan terfavorit dalam Pendidikan Awards 2024, Sabtu (4/5).

BANGKALAN, RadarMadura.id – Muhammad Yakub dinobatkan sebagai juara dalam pemilihan tokoh pendidikan di ajang Pendidikan Awards 2024.

Prestasi yang diraih tidak lepas dari perjalanan kariernya di dunia pendidikan

Sofa tertata rapi di ruang kerja Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Bangkalan Muhammad Yakub kemarin (17/5).

Trofi penghargaan Pendidikan Awards 2024 yang dia terima Sabtu (4/5) menghiasi lemari kaca di ruangan itu.

Penghargaan prestisius tersebut diraih saat malam puncak Gebyar Inovasi dan Expo Pendidikan di Sentra IKM.

Penganugerahan Muhammad Yakub sebagai juara dua tokoh pendidikan terfavorit tidaklah salah.

Sebab, pria berkacamata itu memiliki perjalanan karier panjang yang berkaitan dengan pendidikan di Kabupaten Bangkalan.

Suami Christine Srihayati itu tercatat sebagai lulusan MI Thoriqul Muhtadin Ya’kun. Setamat dari lembaga itu, dia menyelesaikan pendidikan SMP dan SMA-nya di Pondok Pesantren An-Nafi’iyah, Kemayoran, Kecamatan Kota Bangkalan.

”Saya sekolah (formal) di luar pesantren. Kalau pulang dan berangkat dari pondok,” tambahnya.
Yakub merupakan sosok berprestasi.

Dia pernah dinobatkan sebagai duta baca saat duduk di bangku MI Thoriqul Muhtadin. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Menteri Penerangan RI Harmoko.

Prestasi itu diberikan kepada dirinya karena meraih nilai ujian nasional tertinggi se-Kecamatan Kota Bangkalan.

”Penghargaan itu diserahkan di pendopo,” tutur alumnus Universitas Sunan Ampel (Uinsa) Surabaya itu.

Karier Yakub di dunia birokrasi dimulai dengan menjadi staf di lembaga yang saat ini dipimpim.

Kemudian, menempati berbagai posisi strategis di dunia birokrasi.

”Setelah menjadi staf (disdipendik), langsung menjadi kepala sub bagian (Kasubbag), kepala seksi (Kasi), kepala bidang (Kabid) hingga sekarang kepala dinas,” jelasnya.

Sebagai Kadispendik, Yakub berkomitmen untuk menjalankan amanah yang diemban dengan baik.

Sedangkan tatanan pendidikan yang sudah baik harus dilanjutkan. Seperti gerakan menghafal juz 30 Al-Qur’an.

Pria berusia 46 tahun itu mengungkapkan, ada beberapa terobosan yang diluncurkan selama enam bulan menjabat sebagai Kadispendik.

Salah satunya, satu sekolah satu inovasi. Terobosan itu telah menghasilkan 582 inovasi semua jenjang pendidikan.

”Sudah ada 538 inovasi dari 618 SD di Bangkalan. Kemudian, ada 44 inovasi dari 46 SMP,” jelasnya.

Saat ini pihaknya menggagas program kelas atlet untuk siswa berprestasi di bidang nonakademik.

”Kami ada program boarding school yang akan tetap kami lanjutkan.

Saat ini persiapan prasarananya sedang proses di SMPN 1 Bangkalan,” sebutnya.

Terobosan di bidang pendidikan yang digagas akan memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk terus berinovasi.

Sehingga, sekolah bisa semakin produktif dalam mencetak siswa yang berkarakter dan berprestasi.

Yakub menambahkan, tokoh pendidikan terfavorit yang diraih akan dijadikan motivasi untuk terus membuat gagasan baru dan cemerlang.

Dengan begitu, mutu dan kualitas pendidikan di Kota Salak bisa semakin meningkat .

”Sekalipun saya tidak dinas pendidikan, saya tetap concent untuk pendidikan. Bagi saya, pendidikan di Bangkalan harus kerja cepat, kerja cerdas,” katanya. (*/jup)

 

Editor : Fatmasari Margaretta
#tokoh pendidikan #sekolah #inovasi #pendidikan #madura awards #birokrasi #jenjang pendidikan #reward #terobosan #kerja cerdas