BANGKALAN, RadarMadura.id – Untuk menekan angka kasus TBC, pemerintah daerah mendapat kucuran anggaran milaran untuk belanja tes cepat molekuler (TCM).
Namun, anggaran senilai Rp 1,4 miliar tersebut belum juga dipakai.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Nur Hotibah mengatakan, tahun ini institusinya mendapat anggaran DAK nonfisik (NF).
Salah satunya untuk belanja alat tes cartridge TCM. ”Tes tersebut dilakukan untuk mendeteksi TBC,” katanya.
Anggaran sebesar Rp 1,4 miliar yang bersumber dari APBN tersebut akan dibelanjakan 7.650 alat tes cartridge TCM. Ribuan alat tersebut akan disebar ke 22 puskesmas.
”Alat tes cartridge TCM itu digunakan untuk satu kali pakai, tes dahak pasien,” tambahnya.
Meski telah memasuki triwulan kedua, dinkes belum belanja alat tes cartridge TCM.
Sebab, Hotibah masih menunggu hasil pendataan yang dilakukan puskesmas. ”Pendataan dilakukan agar bantuan tepat sasaran,” ujarnya.
Bantuan yang diterima puskesmas tidak sama. Hal itu bergantung risiko sasaran penderita TBC berdasarkan target kontak.
”Kalau satu rumah ada yang kena, maka keluarganya masuk suspek,” ulasnya.
Menurut dia, mekanisme pembelian alat tes tersebut menggunakan sistem e-katalog. ”Stok alat tes cartridge di puskesmas masih aman,” terangnya. (ay/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia