BANGKALAN, RadarMadura.id – Perencanaan pembangunan gedung perawatan lima lantai RSUD Syamrabu digarap CV Mahameru.
Perusahaan asal Madiun tersebut ditargetkan mampu menuntaskan penyusunan perencanaan tugas akhir bulan ini.
Direktur RSUD Syamrabu Farhat Surya Ningrat menyampaikan, deadline yang diberikan dalam menuntaskan penyusunan perencanaan pembangunan gedung perawatan lima lantai di lembaganya sekitar satu bulan setengah. Pelaksanaannya harus tuntas awal Mei mendatang.
Namun, pihaknya meminta kepada konsultan perencana untuk menuntaskan penyusunan perencanaan lebih cepat. Yaitu, akhir bulan ini.
”Agar Mei bisa langsung kami ajukan lelang kegiatan fisik pembangunannya ke ULP (unit layanan pengadaan),” ujarnya.
Farhat menyampaikan, ada berberapa langkah yang dilakukan agar penyusunan perencanaan tuntas lebih cepat.
Yakni, melakukan rapat bersama dengan konsultan pengawas dan tim teknis pembangunan gedung.
”Jadi, sudah dibuat timeline, apa yang harus dikerjakan agar tuntas lebih cepat. Minggu ini apa yang dikerjakan, begitu juga untuk minggu selanjutnya,” ujarnya.
Pria berkacamata itu mengungkapkan, secara garis besar perencanaan pembangunan gedung terdiri atas tiga item.
Yakni, sipil, arsitek, serta mechanical, electrical, and plumbing (MEP). Saat ini perhitungan rencana anggaran belanja (RAB) sipil dan arsiteknya sudah selesai.
”Jadi, sekarang tinggal MEP-nya. Jadi, penyusunan perencanaannya sudah sekitar 80 persen,” tutur Farhat.
Farhat menambahkan, pembangunan gedung lima lantai itu dilakukan untuk meningkatkan layanan.
Yaitu, kunjungan pasien ke poli yang terus meningkat. Selain itu, untuk meningkatkan kapasitas layanan rawat inap (ranap) yang terus meningkat.
Ada beberapa layanan yang rencananya akan ditempatkan di gedung yang akan dibangun. Yakni, poli penyakit dalam dan penyakit saraf. Kemudian, layanan yang bersifat diagnostik seperti ultrasonografi (USG).
”Di lantai tiga, empat, dan lima akan ditempati ranap dan layanan cuci darah,” katanya.
Tenaga Ahli CV Mahameru M. Ikhwan tidak menampik pihak RSUD Syamrabu meminta perusahaannya menuntaskan penyusunan perencanaan lebih cepat.
Pihaknya optimistis mampu memenuhi keinginan pejabat pembuat komitmen (PPK).
”Karena sekarang sudah 80 persen, insyaallah sebelum Mei sudah selesai. Yang penting pihak rumah sakit bisa mengimbangi kami. Kan ada konsultan manajemen konstruksinya,” ujarnya.
Pria yang biasa dipanggil Wawan itu mengungkapkan, ada beberapa langkah yang dilakukan agar penyusunan perencanaan selesai lebih cepat.
Yakni, menambah jam kerja para pekerja. ”Tidak bisa selesai lebih cepat kalau tidak lembur,” imbuhnya.
Kemudian, perusahaannya juga menambah jumlah personel dalam penyusunan perencanaan pembangunan gedung lantai lima tersebut.
”Apalagi, sekarang puasa, jadi harus lebih ekstra kita bekerja,” katanya. (jup)
Editor : Ina Herdiyana