BANGKALAN, RadarMadura.id – Untuk mencegah terjadinya kecurangan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui pemerintah kabupaten/kota mengoptimalkan pengawasan melalui tera ulang.
Di Kabupaten Bangkalan, sudah ada belasan SPBU yang telah dilakukan tera ulang.
Plt Kepala Disdag Bangkalan Achmad Siddik mengatakan, institusinya tidak hanya melakukan tera ulang timbangan.
Namun, juga melakukan tera pada SPBU, stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN), dan Pertamina Shop (Pertashop).
”Kami disurati oleh kementerian untuk melakukan pengawasan di SPBU. Instruksi tersebut langsung kami tindak lanjuti,” katanya.
Siddik mengeklaim stok bahan bakar minyak (BBM) di 18 SPBU di Bangkalan aman. Kepastian itu disampaikan setelah institusinya melakukan pengawasan dan pengujian.
”Saya lihat (stok BBM) di Bangkalan masih aman dan tidak ada kenaikan harga,” imbuhnya.
Dia menjelaskan, potensi terjadinya kecurangan dapat dicegah dengan beberapa upaya. Salah satunya, melakukan pengawasan rutinitas setiap bulan.
”Tera ulang dispenser kami lakukan setahun sekali dengan anggaran sebesar Rp 16 juta,”terangnya.
”Alat yang kami gunakan itu namanya bejana ukur dengan kapasitas pengambilan sampel 20 liter,” ucapnya.
Menurut dia, selama melakukan pengawasan, institusinya tidak menemukan adanya pelanggaran hukum. Apalagi, laporan penyaluran BBM saat ini berbasis online.
”Laporan penjualan dan penyalurannya setiap hari disampaikan secara online. Ketika misalnya bermasalah, mereka (SPBU) yang bertanggung jawab,” pungkas Siddik. (ay/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia