Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Baru Dua Pekan Dibangun, Sumur Serapan Jebol, DPRKP Bangkalan Sebut Alasan Kerusakan

Fatmasari Margaretta • Selasa, 21 November 2023 | 19:59 WIB

 

TIDAK TAHAN: Siti Maryah menunjukkan sumur resapan yang tak bertahan lama di Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Bangkalan, Senin (20/11). (AYU LATIFAH/JPRM)
TIDAK TAHAN: Siti Maryah menunjukkan sumur resapan yang tak bertahan lama di Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Bangkalan, Senin (20/11). (AYU LATIFAH/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik setempat (SPALD-S).

Namun, hasil pengerjaan di lapangan tidak bertahan lama. Bahkan, hanya dalam dua pekan setelah selesai sudah ada yang rusak.

Baca Juga: Angin Kencang Rusak Puluhan Bangunan di Pamekasan, 35 Keluarga di Tiga Desa Terdampak

Pembangunan sanitasi fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) tersebut bersumber dari dua anggaran. Yakni, dari dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 12,9 miliar untuk 20 desa.

Sumber kedua dari dana alokasi umum (DAU) senilai Rp 324 juta yang tersebar di empat desa.

Pekerjaan fisik dari DAK diberikan minimal 50 rumah untuk satu desa. Nilai anggaran berkisar Rp 550 juta hingga Rp 990 juta. Anggaran satu titik atau keluarga Rp 11 juta yang dilaksanakan secara swakola.

Sementara pembangunan dari DAU dilaksanakan berdasarkan kontrak. Nilai anggaran disesuaikan dengan kebutuhan desa dan titik yang akan dibangun. Yakni, berkisar dari Rp 55 juta hingga Rp 92 juta (lihat grafis).

grafis oleh sigit AP/jprm
grafis oleh sigit AP/jprm

Saat ini memasuki pencairan tahap tiga. Beberapa titik sudah selesai. Salah satunya di Desa Bilaporah, Kecamatan Socah. Desa ini mendapatkan 90 titik. Namun, sumur serapan warga yang baru berusia setengah bulan dari pengerjaan sudah jebol.

”Saya baru saja mendapatkan bantuan tersebut, tapi ada yang bolong. Ketika diinjak tidak kuat,” kata Siti Maryah, 60, seorang penerima manfaat, Senin (20/11).

Sumur resapan tersebut bersebelahan dengan septic tank. Maryah menduga sumur serapan itu jebol karena lebih banyak pasir daripada semen sehingga saat dilintasi langsung retak.

Saat ini dia menutupi sumur tersebut dengan kayu dan bata untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Maryah juga mengeluhkan sikap pekerja yang tidak mau diajak musyawarah. Sebab, saat itu dia minta agar sumur serapan dan tangki septik dibangun di belakang WC. Namun, tukang tidak berkenan dan tetap menggali di depan WC.

Kabid Penyehatan Lingkungan dan Air Bersih Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Bangkalan Sri Yenny Repeliyanti menyampaikan, pekerjaan swakola diawasi tenaga fasilitator lapangan (TFL).

Pihaknya akan meminta dikerjakan kembali karena diduga keteledoran pekerja.

”Jika sudah seperti itu harus diperbaiki lagi mumpung masih ada waktu. Mungkin itu keteledoran tukang karena semen dan sebagainya itu dari sana,” jelasnya.

TFL Desa Bilaporah Ibnu menyampaikan, pembangunan 90 titik sanitasi di Desa Bilaporah sudah selesai. Tukang dan sarana pendukung lain dipasrahkan ke pihak desa.

Dia mengeklaim sumur serapan Maryah retak karena dijatuhi material di luar pembangunan sanitasi.

Baca Juga: Proyek Infrastruktur Jalan di Sampang Rusak sebelum Serah Terima, 16 Hari Bongkar Beton Dua Kali

”Para tukang sudah ke lokasi untuk memperbaiki karena semen dan sebagainya itu pihak carek (sekretaris desa) yang membeli,” terangnya.

Sekretaris Desa Bilaporah Mun Im juga beralasan sumur serapan itu retak karena kejatuhan bata bangunan. Namun, dia tidak mengelak bahwa saat pemasangan tutup sumur resapan memang retak. ”Tapi mau diperbaiki oleh tukang,” ungkapnya.

Mun Im juga memastikan agar membongkar dan mengecor kembali. Berdasarkan temuan di lapangan, penutup sumur tidak dicor. ”Itu memang dialasi tripleks dan ditutup,” jelasnya.

Dia mengakui sumur serapan mudah retak karena kekurangan semen. Namun, pihaknya tidak tahu pasti kenapa masih tetap dikerjakan.

”Betul memang kekurangan semen. Kena hujan jadi seperti itu. Saya tidak tahu karena dikira sudah baik,” jelasnya. (ay/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Fatmasari Margaretta
#bangkalan #Trending #sanitasi #viral #WC #radar madura #sumur