BANGKALAN, RadarMadura.id – Kesulitan buang air besar (BAB) menjadi salah satu keluhan yang sering dialami banyak orang. Bahkan, tidak sedikit yang harus ke fasilitas kesehatan (faskes) untuk menyembuhkan keluhan yang dialami.
Juga tidak jarang masyarakat yang mengeluh kesulitan BAB hingga harus dirawat inap agar kondisinya terpantau. Kondisi seperti itu cukup mengganggu penderita karena tidak dapat bekerja atau beraktivitas seperti biasa.
Penanggung jawab Poli Bedah RSUD Syamrabu dr Subchan Aga Bachtiar menjelaskan, sembelit atau konstipasi adalah salah satu gangguan pencernaan yang sebenarnya sudah sangat umum dialami orang. Kondisi itu disebabkan penurunan aktivitas usus.
Gejala sembelit umumnya diawali dengan keluhan susah BAB. Sedangkan kondisi yang termasuk sembelit yaitu ketika seseorang BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu. Namun, hal itu belum cukup untuk dijadikan acuan diagnosis karena frekuensi buang air besar setiap orang berbeda-beda.
”Sebagian besar orang bisa buang air besar setiap hari, bahkan hingga beberapa kali sehari. Namun, ada juga seseorang yang terbiasa buang air besar hanya sekali atau dua kali dalam seminggu,” terangnya.
BAB merupakan tahap terakhir dari proses pencernaan. Dalam sistem pencernaan manusia, sisa makanan yang dikonsumsi bergerak melalui usus kecil ke usus besar. Kemudian, air dan nutrisi yang diperlukan tubuh diserap dalam usus besar.
Sisa makanan itu kemudian dikeluarkan melalui anus sebagai tinja. Tinja penderita konstipasi kering dan keras sehingga sulit dikeluarkan dari anus. Akibatnya, frekuensi BAB menjadi kurang dari tiga kali dalam seminggu.
Ada beberapa faktor seseorang mengalami sembelit. Antara lain, bertambahnya usia, stres berat, kurang konsumsi minum air putih, pola makan rendah serat, dan kurang bergerak atau kurang olahraga. Atau juga bisa karena efek samping obat.
Selain itu, sembelit bisa terjadi karena sering menahan keinginan untuk BAB dan pernah menjalani operasi perut atau panggul. Sedangkan kelompok masyarakat yang memiliki risiko mengalami sembelit salah satunya adalah perempuan saat hamil dan setelah melahirkan.
Pria yang biasa disapa dokter Aga itu menambahkan, ada beberapa gelaja sembelit. Yakni, terasa nyeri saat BAB, kram atau sakit di bagian perut, kembung, dan rasa tidak tuntas setelah BAB.
Ada beberapa cara untuk mengatasi sembelit. Yakni, mengonsumsi obat sembelit. Bila perlu, berkonsultasi dengan dokter. Yang paling penting adalah banyak makan sayur, buah, dan minum air putih. (jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana