BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Agus Husnul Yakin terakhir berinteraksi dengan Dian pada Jumat (4/8). Saat itu, Dian menjadi salah seorang anggota senam yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan. Sebelum mengikuti lomba, Dian sempat mengajak Agus untuk membeli kaus tim yang bagus.
Komunikasi itu kini menjadi kenangan bagi Agus Husnul Yakin. Perempuan bernama lengkap Dian Winarni itu meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas (laka lantas) Selasa (8/8). Sepeda motor yang dikendarai tabrakan dengan mobil di Jalan Raya Ketengan, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, Bangkalan, sekitar pukul 12.00.
Kecelakaan tersebut melibtkan minibus Toyota Innova B 1866 MM dengan sepeda motor Honda Vario L 3869 RF. Toyota Innova yang disopiri Riski Maulana, 20, melaju dari timur ke barat. Setiba di lokasi, warga Desa Perreng, Kecamatan Burneh, itu lepas kendali karena mengantuk. Posisi mobil yang dikendarainya pun berjalan ke kanan. Lalu, bertabrakan dengan sepeda motor Honda Vario L 3869 RF yang dikendarai Dian Winarni.
Akibat benturan itu, Dian Winarni meninggal dan kendaraan mengalami kerusakan berat. Korban dilarikan ke RSUD Syamrabu Bangkalan. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dipastikan meninggal di tempat kejadian perkara (TKP).
Kanitgakkum Satlantas Polres Bangkalan Iptu Wiwit Heru Santoso menerangkan, minibus Innova melaju kencang dari timur. Pengendara sepeda motor terpental dan kendaraannya terlindas hingga penyok. ”Kerugian material yang dialami atas peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp 10.000.000,” terang pria berbalok dua di pundaknya itu.
Sementara Bambang, saksi mata di TKP, menerangkan, mobil Innova memang melaju kencang dari timur. Juru parkir (jukir) di Rumah Makan Tera’ Bulan itu menceritakan, pengendara sepeda motor terpental kurang lebih 4 meter setelah ditabrak Innova. ”Korban langsung kami tolong. Pada saat itu, sudah meninggal dunia,” katanya.
Kabid Administrasi Kependudukan (Adminduk) Dispendukcapil Bangkalan Agus Husnul Yakin menyampaikan, korban kecelakaan itu dalam perjalanan pulang ke Surabaya. Data dalam KTP memang warga Kelurahan Kraton, Bangkalan. Namun, dia setiap hari pulang pergi Bangkalan–Kota Pahlawan.
Dian Winarni pernah menjadi staf Agus. Tenaga harian lepas (THL) itu dikenal sebagai sosok yang humble, humoris, dan mudah bergaul dengan orang. ”Selain orangnya humoris, almarhumah menjadi pengayom bagi teman kerjanya,” kenang Agus.
Atas insiden itu, dia dan keluarga besar dispendukcapil merasa kehilangan sosok yang sangat perhatian dan mengayomi. Bagi Agus, Dian seperti sosok bunda yang selalu menghibur dan perhatian terhadap anak-anaknya.
”Banyak yang memanggil beliau itu dengan sebutan bunda karena selalu menjadi tempat curhat teman-teman. Kami sangat berduka dengan kepulangan almarhumah,” tutur Agus. (za/luq)
Editor : Dafir.