Amir, salah satu warga Desa Kampak, Kecamatan Geger, mengatakan, kerusakan jalan di Desa Campor sudah lama. Namun, belum juga diperbaiki oleh pemerintah. Agar tidak makan korban lebih banyak, masyarakat bergotong royong melakukan perbaikan dan menutupi kubangan dengan sirtu. ”Sebab, sampai sekarang tidak ada informasi kapan akan diperbaiki,” katanya kemarin (28/1).
Menurut dia, banyak warga yang menjadi korban gara-gara jalan rusak tersebut. Misalnya pengendara sepeda motor jatuh dan kendaraan roda empat as-nya patah. ”Jalan rusak ini menuju desa saya (Desa Kampak). Pasir dan batu tersebut bantuan dari warga, kami tidak beli,” tambahnya.
Dijelaskan, warga sudah dua kali melakukan perbaikan jalan rusak tersebut. Namun, karena hanya ditimbun, jalan kembali rusak. ”Ini perbaikan jalan sementara. Sebab, kubangan jalan semakin dalam dan kian menjalar. Terutama, kerusakan jalan tanjakan,” tutur Amir.
Meski saat ini musim penghujan, pasir dan batu tersebut diyakini masih bisa menutupi kubangan. ”Memang tidak berumur lama, tapi paling tidak bisa menutupi kubangan. Yang penting ditutup dulu,” ucap pria berusia 50 tahun itu pada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Bangkalan Rizal Mardiansyah mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah jalan tersebut masuk prioritas atau tidak tahun ini. ”Sebab, harus dicek dulu di kantor. Sebab, datanya ada di kantor. Saya cek dulu ke teman-teman ya,” tandasnya. (ay/yan) Editor : Abdul Basri