BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Petasan menyisakan sampah di pinggir jalan. Bahkan, di wilayah kota juga membebani kerja pasukan kuning saat bersih-bersih lingkungan.
Misalnya, di pinggir jalan raya di Desa Tanjung Jati, Kecamatan Kamal, yang banyak sampah sisa petasan. Sampah petasan di akses Batu Poron dan Desa Labang itu belum dibersihkan kemarin (20/5).
”Memang saat Lebaran Ketupat menyalakan petasan. Yang dinyalakan mercon buatan sendiri,” ucap Maria Ulfa, warga Desa Labang. Sayangnya, petasan itu dibunyikan di tempat umum. Tepatnya beberapa titik sepanjang jalan di Desa Tanjung Jati.
Petasan yang dinyalakan berukuran besar. Akibatnya, lingkungan dikotori kertas-kertas petasan dan tidak elok dipandang.
Perlu kesadaran masyarakat agar tidak menyalakan petasan di tempat umum. Apalagi di jalan raya. Selain menimbulkan lingkungan yang kotor, juga bisa membayakan pengguna jalan.
Untuk pembersihan jalan raya tersebut, petugas kebersihan tidak menjangkau seluruh akses lalu lintas di Kabupaten Bangkalan. Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan hidup (DLH) Bangkalan Yudistiro tidak menampik terbatasnya jangkauan untuk pasukan kuning.
Tidak menjangkau beberapa jalan raya yang masuk pada pinggiran kota. ”Kalau petugas kebersihan hanya di Kota saja,” katanya. (mi)
Editor : Abdul Basri