SUMENEP, RadarMadura.id – Masa tanggap darurat penanganan gempa di Kabupaten Sumenep telah berakhir. Namun, proses asesmen rumah korban terdampak bencana belum tuntas.
Kepala Pelaksana BPBD Sumenep Ach. Laily Maulidy menyatakan, dari 613 rumah warga terdampak gempa baru, baru 275 rumah yang sudah dilakukan asesmen. Oleh sebab itu, proses asesmen harus terus dilakukan.
Tim asesmen dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Sumenep masih akan ke lapangan Sabtu (18/10). ”Besok (Sabtu, 18/10 ), tim dari DPUTR masih mau berangkat ke sana untuk melakukan asesmen,” terangnya.
Masa tanggap darurat bencana berlangsung selama 14 hari. Sedangkan saat ini telah memasuki masa pemulihan yang akan berlangsung selama tiga bulan ke depan. "Mulai saat ini bantuan fisik dari pemerintah sudah bisa masuk. Saat ini kami melakukan rapat terkait pemulihan itu," sambungnya.
Sekadar informasi, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah Sumenep pada Selasa (30/9) pukul 23.49. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di titik koordinat 7,25 lintang selatan dan 114,22 bujur timur, dengan kedalaman 11 kilometer.
Pusat Gempa berjarak sekitar 50 kilometer tenggara Sumenep, dan gempa tidak berpotensi Tsunami. Namun, guncangan gempa dirasakan oleh mayoritas masyarakat Sumenep. Sejumlah warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
BMKG mencatat, pasca gempa yang terjadi Selasa (30/9), terdapat gempa susulan hingga 192 kali. Terbaru, gempa kembali terjadi pada Senin (13/10) pukul 14.10 WIB bermagnitudo 5,0. Pusat gempa diperkirakan 47 kilometer di tenggara Sumenep dengan kedalaman 14 kilometer, dan tidak berpotensi Tsunami. (tif/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti