
SUMENEP, RadarMadura.id – Produksi beras di Kabupaten Sumenep mencapai 113.362 ton selama Januari hingga November 2026.
Capaian tersebut meningkat 3,64 persen atau bertambah 3.985 ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 109.377 ton.
Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluh Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian RI Wilayah Kerja Sumenep Dewo Ringgih menyebut kenaikan produksi beras sejalan dengan bertambahnya luas tambah tanam (LTT), luas panen, dan produksi gabah kering giling (GKG).
"Peningkatan yang terjadi mulai dari luas tambah tanam, luas panen, produksi gabah kering giling, hingga produksi beras menunjukkan hasil yang positif," katanya.
Dewo menjelaskan, LTT Sumenep selama Oktober 2025 hingga September 2026 mencapai 33.414 hektare.
Jumlah tersebut naik sekitar 1.972 hektare atau 5,9 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Kenaikan juga terjadi pada luas panen. Selama Januari hingga November 2026, luas panen mencapai 37.311 hektare, bertambah 1.541 hektare atau 4,31 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yakni 35.770 hektare.
Sementara itu, produksi GKG tercatat sebanyak 196.324 ton. Angka tersebut meningkat 6.901 ton atau 3,64 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 189.423 ton.
"Peningkatan juga terjadi pada produksi GKG yang mencapai 196.324 ton, bertambah 6.901 ton atau 3,64 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat 189.423 ton," ujarnya.
Menurutnya, peningkatan tersebut tidak lepas dari pendampingan pemerintah daerah melalui dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) bersama penyuluh pertanian.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




