
RAAS, RadarMadura.id – Sembilan nelayan asal Desa Tonduk, Kecamatan Raas, yang sempat diamankan otoritas keamanan Australia, dijadwalkan pulang ke Sumenep pada Minggu (25/10).
Pemkab Sumenep menyiapkan fasilitas transportasi untuk mengantar mereka dari Denpasar, Bali, menuju Pelabuhan Jangkar, Situbondo, hingga ke Pulau Raas.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep R. Abd. Rahman Riadi mengatakan, penjemputan sembilan nelayan tersebut akan dilakukan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumenep.
Pihaknya masih menunggu dua nelayan yang sedang menjalani proses pemulangan.
Keduanya diperkirakan tiba di Bali pada Sabtu (24/10). “Kami fasilitasi transportasi dari Bali ke Pelabuhan Jangkar. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menggunakan kapal menuju Raas,” katanya.
Dia menjelaskan, proses pemulangan dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
Komunikasi antarpemerintah atau government to government menjadi jalur utama dalam penyelesaian persoalan tersebut.
”Kami akan melakukan penjemputan secara langsung. Sesuai dengan arahan Bapak Bupati” ujarnya.
Rahman mengaku, untuk tiga belas nelayan Sumenep lainnya yang juga diamankan otoritas Australia masih dikomunikasikan.
Agar mereka juga bisa segera dipulangkan ke daerah asalnya. “Untuk yang lainnya, ini masih terus kami komunikasikan,” tukasnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




