Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dinsos Sumenep Salurkan Sembako untuk Sembilan Nelayan Raas

A
Penulis: Amin Bashiri❯
PEDULI: Sejumlah nelayan asal Raas menerima bantuan sembako dari Dinsos P3A Sumenep di Pelabuhan Jangkar usai diamankan otoritas pemerintah Australia, Minggu (25/10).
PEDULI: Sejumlah nelayan asal Raas menerima bantuan sembako dari Dinsos P3A Sumenep di Pelabuhan Jangkar usai diamankan otoritas pemerintah Australia, Minggu (25/10).

Advertisement

SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep bantuan sembako kepada nelayan asal Pulau Raas yang sempat ditahan otoritas pemerintah Australia kemarin (25/10).

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah pasca sembilan nelayan itu dipulangkan ke Indonesia.

Kepala Dinsos P3A Sumenep Abd. Rahman Ruadi mengatakan, penyaluran bantuan tersebut sesuai arahan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo. “Hal ini sesuai arahan Bapak Bupati untuk hadir membantu memfasilitasi korban,” ujarnya.

Advertisement

Selain bantuan sembako, lanjut dia, Pemkab Sumenep juga memberikan tali asih. Serta memfasilitasi transportasi kepulangan para nelayan dari Denpasar, Bali, menuju Pelabuhan Jangkar, Situbondo, untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Pulau Raas.

Dijelaskan, dari total sembilan nelayan, dua di antaranya audah pulang lebih awal ke Raas. “Dari tujuh nelayan yang tersisa, satu nelayan dilaporkan sakit dan masih menjalani perawatan di tempat penginapan,” ucap Rahman.

Ditambahkan, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para nelayan dan keluarga. Pemkab Sumenep berupaya memastikan warga yang terdampak bencana tetap mendapatkan perhatian dan pendampingan.

Advertisement

“Itu dilakukan agar mereka tetap mendapatkan kesejahteraan pasca diamanakn otoritas pemerintah Australia,” imbuh Rahman.

Sekedar diketahui, sembilan nelayan tersebut berasal dari Desa Tonduk, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep. Berdasarkan dokumen Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Darwin, Australia, bernomor B-00261/DARWIN/261002, KM Rukun Desa berangkat dari Rote, Nusa Tenggara Timur, menuju perairan Australia pada 15 September 2026.

Kapal tiba di perairan Australia pada 17 September, lalu ditangkap otoritas setempat pada 22 September. Kapal tersebut dimiliki sekaligus dikapteni Mupaher. Delapan anak buah kapal (ABK) yang terdata saat tu Hairi, Aes, Rudi, Hamsu, Heri, Beging, Ulum, dan Sahidi.

Mereka diketahui sedang mencari teripang. Dokumen tersebut juga mencatat barang bawaan mereka terdiri dari 130 kilogram teripang segar, 3 kilogram teripang kering, 5 kilogram sirip hiu kering, 30 kilogram ikan segar. Serta perlengkapan melaut dan kebutuhan sehari-hari. (iqb/yan)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

MH Said Abdullah Bantu Modal Usaha, Maskinah Belasan Tahun Menjadi Kader PDI Perjuangan

MH Said Abdullah Bantu Modal Usaha, Maskinah Belasan Tahun Menjadi Kader PDI Perjuangan

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Madura itu memberikan bantuan modal usaha kepada Maskinah, kader ranting PDI Perjuangan di Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Sumenep, kemarin (18/10).

Wabup Sumenep Apresiasi Bantuan dari Pemprov Jatim

Wabup Sumenep Apresiasi Bantuan dari Pemprov Jatim

Wabup Imam mengatakan, Sumenep mendapat perhatian khusus melalui penyaluran beragam bantuan yang mendukung kebutuhan masyarakat.

Bantuan Jatim Puspa Cair, Penerima Belum Belanja

Bantuan Jatim Puspa Cair, Penerima Belum Belanja

ga desa yang mendapatkan bantuan Jatim Puspa telah mencairkan dananya. Terakhir pencairan dilakukan oleh Pemerintah Desa Mandangin.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer