
SUMENEP, RadarMadura.id – Dispendik Sumenep menginginkan agar karakter siswa semakin kuat. Karena itu, seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan dispendik diinstruksikan mengenakan pakaian ala santri sebagai upaya menanamkan nilai-nilai kesantrian di lingkungan sekolah.
Itu berlangsung selama peringatan Hari Santri Nasional 2026, Senin–Kamis (19–22/10).
Kepala Dispendik Sumenep Moh. Iksan mengatakan, kebijakan tersebut telah disampaikan melalui surat edaran kepada seluruh lembaga pendidikan.
Hal ini berlaku sejak 19 hingga 22 Oktober 2026. Setelah itu, siswa kembali mengenakan seragam seperti biasa.
”Kita sudah berkirim surat ke semua sekolah se-Kabupaten Sumenep,” katanya.
Menurutnya, penggunaan pakaian santri bukan sekadar bentuk partisipasi dalam peringatan HSN.
Momentum ini diharapkan menjadi sarana menumbuhkan semangat belajar sekaligus membentuk karakter siswa agar memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa.
Iksan mengungkapkan, siswa dan santri sama-sama memiliki tanggung jawab dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
Karena itu, semangat menuntut ilmu perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda mampu menghadapi tantangan pada masa mendatang.
”Kami berharap anak-anak belajar tentang semangat santri dalam membangun negeri,” ujarnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




