
SUMENEP, RadarMadura.id – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menekankan pentingnya menyerap aspirasi seluruh pemangku kepentingan dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengembangan dan Pelindungan Pertembakauan.
Regulasi tersebut diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan berbagai pihak yang terlibat dalam sektor tembakau.
Pesan itu disampaikan Fauzi saat menghadiri diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion/FGD) penyusunan naskah akademik Raperda tentang Pengembangan dan Pelindungan Pertembakauan di Ruang Rapat Asory Hermani, Gedung Campaka, Universitas Bahaudin Mudhary (Uniba) Madura, Selasa (13/10).
Fauzi mengatakan, penyusunan regulasi harus dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kondisi riil pertembakauan di Sumenep.
Masukan dari berbagai pihak diperlukan agar kebijakan yang dirumuskan memiliki landasan kajian yang kuat dan sesuai dengan kebutuhan daerah.
”Penyusunan perda harus mengacu pada kondisi riil pertembakauan Sumenep dengan mempertimbangkan masukan berbagai pihak agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran,” katanya.
Pembahasan tersebut melibatkan perangkat daerah, tim penyusun naskah akademik dari Uniba Madura, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), perwakilan pengusaha rokok, organisasi kemasyarakatan, serta mahasiswa.
Keterlibatan berbagai unsur itu diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam merumuskan kebijakan.
Penyusunan perda diharapkan tidak sekadar menjadi proses administratif, tetapi juga menghasilkan regulasi yang mendukung pengembangan sekaligus pelindungan sektor pertembakauan.
”Agar kebijakan yang dihasilkan dapat mempertimbangkan kepentingan para pemangku kepentingan secara proporsional,” ujar Fauzi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




