Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DLH Sumenep Kesulitan Tambah Taman Besar

A
Penulis: Amin Basiri❯
TERBATAS: Warga berada di Taman Bunga Pottre Koneng di Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep, Selasa (30/6). 
TERBATAS: Warga berada di Taman Bunga Pottre Koneng di Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep, Selasa (30/6). 

Advertisement

SUMENEP, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui dinas lingkungan hidup (DLH) berencana menambah taman berskala besar sebagai ruang terbuka hijau sekaligus tempat interaksi masyarakat.

Namun, rencana tersebut sulit terwujud karena lahan yang bisa dijadikan taman sulit ditemukan.

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Sumenep Moh. Hasinuddin Firdaus mengatakan, hingga kini hanya terdapat dua taman besar yang berada di bawah pengelolaan dinasnya.

Advertisement

Kedua taman tersebut adalah Taman Bunga di Kelurahan Pajagalan dan Tajamara di Desa Kolor. 

”Kalau taman yang besar itu hanya ada Tajamara dan Taman Bunga,” katanya.

Menurut Hasinuddin, Kabupaten Sumenep membutuhkan tambahan taman berskala besar mengingat aktivitas di pusat kota Sumenep semakin padat.

Advertisement

Oleh karena itu, perlu memperbanyak taman yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang terbuka untuk berinteraksi, berolahraga, maupun berekreasi. 

”Kami memang sudah waktunya untuk menambah taman yang besar. Taman yang bisa menjadi tempat berinteraksi banyak orang,” ujarnya.

Namun, rencana penambahan taman tersebut masih menghadapi kendala utama berupa ketersediaan lahan.

Saat ini, pihaknya masih terus mencari lokasi yang dinilai layak dan strategis untuk pembangunan taman baru agar keberadaannya nanti benar-benar bisa bermanfaat bagi masyarakat. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Puluhan Ton RDF Menumpuk di TPA Batuan

Puluhan Ton RDF Menumpuk di TPA Batuan

DLH Sumenep masih dalam tahap koordinasi mekanisme pengangkutan, puluhan puluhan ton RDF menumpuk

DLH Sumenep Bakal Monev Lagi,  Mayoritas Air Limbah SPPG Belum Diuji

DLH Sumenep Bakal Monev Lagi, Mayoritas Air Limbah SPPG Belum Diuji

Pembayaran dilakukan melalui sistem resmi pemerintah sehingga turut menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD).

DLH Fokus ke Daratan, Pantau Pengelolaan Sampah dan Limbah SPPG

DLH Fokus ke Daratan, Pantau Pengelolaan Sampah dan Limbah SPPG

sampah organik dapat dimanfaatkan kembali, misalnya pakan ternak. Sementara sampah nonorganik wajib dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) agar tidak menimbulkan pencemaran

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer