
SUMENEP, RadarMadura.id – Tempat pembuangan akhir (TPA) yang terletak di Desa Torbang, Kecamatan Batuan, dibiarkan sudah overload sejak 2018 lalu.
Hingga sekarang, sebanyak 40 ton sampah dibuang ke TPA tersebut.
Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep Achmad Junaidi mengutarakan, setiap orang menghasilkan sampah sekitar 0,36 kilogram setiap harinya.
Jadi total sampah yang dihasilkan mencapai 361 ton per hari.
”Total sampah yang dihasilkan oleh penduduk Sumenep yang mencapai 1,1 jiwa yakni 361 ton setiap harinya,” ujarnya.
Dia menjelaskan, dari total sampah itu, 40 ton masuk ke TPA. Sisanya berada di layanan pengangkutan sampah yang tersebar di sembilan kecamatan. Menurutnya, sampah yang dikelola DLH selama ini berjenis organik.
”60 persen sampah organik seperti sisa makanan rumah tangga, sisanya 40 persen no organik seperti plastik, kaca, besi, dan sebagainya,” jelasnya.
Dia menuturkan, pihaknya sudah berupaya mengelola sampah yang masuk ke DLH, salah satunya dengan refuse derived fuel (RDF).
Upaya itu dilakukan guna mengurangi timbunan yang masuk, sehingga umur TPA lebih panjang.
”Tahun ini kami akan mengirim 30 ton RDF ke PT SBU untuk pengolahan sampah,” ucapnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




