Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Susu Program MBG di Sumenep Tak Sesuai Juknis

A
Penulis: Amin Basiri❯

TAK SESUAI JUKNIS: Menu Program MBG yang didistribusikan SPPG Sumenep Lenteng Lenteng Timur kepada siswa pada Senin (23/2).
TAK SESUAI JUKNIS: Menu Program MBG yang didistribusikan SPPG Sumenep Lenteng Lenteng Timur kepada siswa pada Senin (23/2).


Advertisement

SUMENEP, RadarMadura.id – Program makan bergizi gratis (MBG) menuai sorotan. Pasalnya, menu yang didistribusikan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) tidak sesuai petunjuk teknis (juknis).

Ketidaksesuaian menu dengan juknis tersebut terlihat kemasan produk susu dalam paket MBG.

Seperti yang didistribusikan SPPG Sumenep Lenteng  Timur kepada siswa pada Senin (23/2).

Advertisement

Susu MBG diatur dalam Petunjuk Teknis Penyediaan dan Distribusi Susu Pada Program MBG.

Secara khusus Tabel 16 yang memuat Persyaratan Kemasan Produk Susu yang Digunakan dalam Program MBG.

Dalam tabel halaman 37 itu menyebutkan bahwa kemasan harus menyertakan keterangan alokasi khusus produk susu untuk Program MBG, seperti ”Hanya untuk Program Makan Bergizi Gratis”.

Advertisement

Selain itu, desain kemasan tidak memuat logo perusahaan, tetapi mencatumkan diproduksi oleh PT XXX (identitas perusahaan perlu untuk aspel traceability jika terjadi sesuatu terkait kualitas produk) untuk BGN

Desain juga harus mencantumkan tulisan ”Program Makan Bergizi Gratis” serta logo dan tulisan ”Badan Gizi Nasional”. Perlu dicantumkan juga” TIDAK UNTUK DIJUAL + Tanda recycle + Tanda buang sampah pada tempatnya”.

Juknis itu juga mengatur penggunaan bahan kemasan yang dapat didaur ulang. Fakta di lapangan tidak sepenuhnya sesuai dengan juknis Badan Gizi Nasional (BGN).

Seperti menu MBG SPPG Sumenep Lenteng Timur. Susu dari dapur MBG Yayasan Rumah Juang Garuda Emas itu layaknya susu kotak pasaran. Tidak ada keterangan khusus bahwa susu hanya untuk program MBG.

Selain itu, kemasan mencantumkan logo perusahaan, tidak ada logo dan tulisan Badan Gizi Nasional (BGN) serta tidak ada tulisan ”tidak untuk dijual”.

Kepala SPPG Sumenep Lenteng Lenteng Timur Aril Maulana Ramadhan menjelaskan, penggunaan susu dalam paket MBG bukanlah komponen wajib, melainkan hanya tambahan.

”Susu itu hanya sebagai tambahan sebenarnya, sebagai pelengkap, sebagai tambahan protein,” jelasnya. (tif/luq)

 

 

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Berharap BGN Bijak, Tokoh Masyarakat Bangkalan Dukung Evaluasi Program MBG

Berharap BGN Bijak, Tokoh Masyarakat Bangkalan Dukung Evaluasi Program MBG

Tokoh masyarakat Bangkalan Imron Abd Fattah meminta BGN bijak dalam memberikan kebijakan pemberian insentif terhadap para investor mengingat banyak pemodal pinjam dana perbankan.

Bupati Fauzi Siapkan Langkah Strategis Majukan Sumenep Usai Borong Enam Penghargaan Wilwatikta Award

Bupati Fauzi Siapkan Langkah Strategis Majukan Sumenep Usai Borong Enam Penghargaan Wilwatikta Award

kemajuan Sumenep ke depan membutuhkan kerja bersama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam menjalankan seluruh agenda pembangunan.

Imigrasi Pamekasan Perkuat Pengawasan WNA Lewat Rapat Timpora Kabupaten Sumenep

Imigrasi Pamekasan Perkuat Pengawasan WNA Lewat Rapat Timpora Kabupaten Sumenep

Imigrasi Pamekasan menggelar rapat Timpora Sumenep untuk memperkuat pengawasan WNA, sinkronisasi data, dan koordinasi lintas instansi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer