Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alokasi DBHCHT DKPP Sumenep Merosot Miliaran

H
TERIK: Petani menjemur hasil rajangan tembakau di Desa Moncek Timur, Lenteng, Sumenep, pada musim panen 2025. (MOH. LATIF/JPRM)
TERIK: Petani menjemur hasil rajangan tembakau di Desa Moncek Timur, Lenteng, Sumenep, pada musim panen 2025. (MOH. LATIF/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep tahun ini kembali kecipratan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Namun, anggarannya merosot jika dibandingkan tahun lalu.


Advertisement

Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid menyampaikan, DBHCHT yang diterima instansinya tahun ini lebih kecil dibandingkan 2025.

Tahun lalu, pihaknya mengelola dana Rp 6,7 miliar. Sekarang, proyeksi anggaran yang bisa dikelola sekitar Rp 3 miliar.

Menurutnya, anggaran tersebut merosot karena alokasi DBHCHT yang diterima Kabupaten Sumenep berkurang.

Advertisement

”Ada pengurangan tahun ini sekitar 50 persen. Jadi kami hanya mendapatkan Rp 3 miliar,” ujarnya Senin (19/1).

Pria yang akrab disapa Inung itu menjelaskan, merosotnya anggaran tersebut berimbas pada program yang akan dilaksanakan.

Pihaknya sudah mencanangkan sejumlah program guna mendukung produksi tembakau di Kota Keris.

Advertisement

Tahun ini pihaknya akan fokus pada bantuan sarana produksi pertanian (saprodi) dan bibit tembakau.

”Kalau kita kan budi daya. Pemanfaatannya nanti ke kelompok tani, seperti bantuan pupuk untuk petani tembakau, bibit, dan lainnya,” ungkapnya.

Inung menyatakan, tembakau menjadi salah satu komoditas tanaman unggulan di Kabupaten Sumenep.

Karenanya, anggaran DBHCHT akan dialokasikan untuk meningkatkan produktivitas tanaman tembakau.

”Kami berharap dapat meningkatkan kesejahteraan petani tembakau di Sumenep,” harapnya.

Terpisah, anggota Komisi II DPRD Sumenep Masdawi meminta agar dinas terkait lebih selektif dalam menentukan sasaran.

Sebab, dengan merosotnya porsi anggaran itu akan berdampak terhadap jumlah penerima bantuan.

”Selain itu, terkait program juga harus dipilih yang benar-benar berdampak langsung terhadap masyarakat,” sarannya. (tif/bil)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pelatihan Pegawai Pemkab Pamekasan Telan Anggaran Setengah Miliar Lebih

Pelatihan Pegawai Pemkab Pamekasan Telan Anggaran Setengah Miliar Lebih

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pamekasan Mohamad Alwi mengeklaim dua kegiatan pelatihan sudah dilaksanakan.

Pemkab Siapkan Rp 75 Miliar untuk Pilkada Sumenep 2029

Pemkab Siapkan Rp 75 Miliar untuk Pilkada Sumenep 2029

Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Sumenep Zainal Arifin tersebut dihadiri unsur legislatif, eksekutif, serta undangan lainnya.

Revitalisasi Pasar Bangkal hingga Kini Belum Jelas

Revitalisasi Pasar Bangkal hingga Kini Belum Jelas

Indra Aprianto mengatakan, revitalisasi Pasar Bangkal membutuhkan anggaran cukup besar. Nilainya diperkirakan mencapai miliaran hingga puluhan miliar rupiah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer