Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

APHT Kembali Kecipratan Anggaran

A
Penulis: Amin Basiri❯
FOKUS: Pekerja memproduksi rokok di APHT Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, Rabu (14/1).
FOKUS: Pekerja memproduksi rokok di APHT Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, Rabu (14/1).

SUMENEP, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali menggelontorkan untuk pengembangan Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT) di wilayah kecamatan Guluk-Guluk. Nilanya, mencapai Rp 3,5 miliar.


Advertisement

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep Moh. Ramli memaparkan, anggaran pengembangan APHT bersumber dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Pemanfaatannya untuk dua jenis. 

Yakni pembangunan gedung fisik senilai Rp 1,5 miliar, sementara sisanya untuk pengadaan sarana dan prasana APHT.

Penegmabngan bertujuan untuk mengakomudasi perusahaan rokok yang ingin tergabung ke APHT. Karena empat gudang yang tersedia saat ini sudah full disewa 12 PR, ujarnya.

Advertisement

Yang mendaftar animonya cukup tinggi, maka kami respon untuk bagian satu gudang lagi yang peruntukannya bisa untuk empat PR lagi, jelasnya. 

Ada beberapa fasilitas yang harus dilengkapi dari tempat produksi rokok yang telah menelan anggaran jumbo tersbeut.

Antara lain, air conditioner (AC), mebeler dan peralatan pendukung.

Advertisement

Pengelolaan APHT melibatkan BUMD PD Sumekar sebagai operator kawasan.

Saat ini terdapat 12 PR yang tergabung di APHT. Sebanyak 11 PR telah beroperasi penuh karena telah memiliki perizinan lengkap.

Semenatra satu PR masih dalam proses pengurusan dokumen perizinan. Tinggal satu perusahaan yang masih belum beroperasi karena perizinannya belum lengkap, tutur Mantan Kepala DPMD Sumenep itu. 

Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari menyatakan setiap anggaran yang dikucurkan pemerintah harus berdampak langsung pada masyarakat.

Khususnya dalam penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

APHT jangan hanya dilihat sebagai bangunan atau kawasan industry.

Tapi harus menjadi tempat penyerapan tenaga kerja. Sehingga berdampak positif terhadap ekonomi masyarakat dan daerah, tegasnya. (tif/jup)

Advertisement
Editor : Amin Bashiri
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pelatihan Pegawai Pemkab Pamekasan Telan Anggaran Setengah Miliar Lebih

Pelatihan Pegawai Pemkab Pamekasan Telan Anggaran Setengah Miliar Lebih

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pamekasan Mohamad Alwi mengeklaim dua kegiatan pelatihan sudah dilaksanakan.

Pemkab Siapkan Rp 75 Miliar untuk Pilkada Sumenep 2029

Pemkab Siapkan Rp 75 Miliar untuk Pilkada Sumenep 2029

Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Sumenep Zainal Arifin tersebut dihadiri unsur legislatif, eksekutif, serta undangan lainnya.

Revitalisasi Pasar Bangkal hingga Kini Belum Jelas

Revitalisasi Pasar Bangkal hingga Kini Belum Jelas

Indra Aprianto mengatakan, revitalisasi Pasar Bangkal membutuhkan anggaran cukup besar. Nilainya diperkirakan mencapai miliaran hingga puluhan miliar rupiah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer