SAMPANG, RadarMadura.id – Cabang olahraga (cabor) Taekwondo Indonesia (TI) Sampang mengeluh tentang ketersediaan sarana prasarana (sarpras) latihan.
Sebab, hingga sekarang fasilitas olahraga yang dipakai tidak memadai. Atlet TI Sampang terpaksa memanfaatkan sarpras seadanya saat latihan.
Pembina TI Sampang Mohammad Ali mengatakan, sejauh ini anak asuhnya menggunakan sarpras seadanya.
Sebab, sarpras yang dimiliki cabornya masih terbatas untuk digunakan melatih atlet. Padahal, cabor TI sudah berdiri sejak 2013.
”Tapi, sampai sekarang belum mendapatkan support sarpras dari pemerintah daerah (pemda),” ujarnya.
Menurutnya, cabor sudah banyak melahirkan atlet berprestasi. Setiap mengikuti kejuaraan, pasti membawa pulang medali.
Misalnya pada kejuaraan KONI Bali International Championship 2023. Atlet binaannya mempersembahkan 18 medali.
Saat ini, atlet memanfaatkan halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Sampang dan Alun-Alun Trunojoyo sebagai tempat latihan. Meskipun, tanpa menggunakan matras.
”Risiko latihan tanpa matras bisa membuat atlet cedera,” ujarnya.
Dia berharap, ke depan mendapat perhatian serius dari Pemkab Sampang.
Yakni, dalam memenuhi sarpras olahraga. Sebab, sarpras menjadi sarana penting untuk menunjang latihan atlet.
”Jika sarprasnya memadai, nanti hasilnya tidak akan mengecewakan,” pungkasnya. (bai/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia