Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

  Ribuan Kader Posyandu Tak Kompeten, Dinkes KB Pasrah pada Desa dan Puskesmas

Amin Basiri • Rabu, 11 Maret 2026 | 08:19 WIB

MELAYANI: Petugas posyandu memberikan pelayanan kepada masyarakat Desa Plakaran, Kecamatan Jrengik, Sampang, beberapa waktu lalu.
MELAYANI: Petugas posyandu memberikan pelayanan kepada masyarakat Desa Plakaran, Kecamatan Jrengik, Sampang, beberapa waktu lalu.

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Jumlah kader posyandu di Kabupaten Sampang mencapai lima ribu orang. Namun, ribuan kader tersebut belum lulus uji kompetensi (ujikom) sehingga dianggap tak kompeten.

Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes KB Sampang Agus Mulyadi menyampaikan, pelayanan di posyandu saat ini merujuk pada standar pelayanan minimum (SPM).

Sebab, posyandu telah bertarformasi menjadi posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Yakni melayani semua segala jenis komponen kesehatan.

”Makanya dengan naiknya gride ini kapasitas kader juga perlu dinaikkan supaya bisa melayani 25 kompetensi,” katanya Kamis (5/3).

Terdata, dari lima ribu kader yang bertugas di 1.054 posyandu masih banyak yang belum mengikuti pelatihan.

Hingga 2025, kader yang telah dilantik atau tuntas mengikuti uji kompetensi hanya 286 orang. ”Masih banyak memang yang menjadi PR untuk peningkatan kapasitas ini,” ungkapnya.

Agus menjelaskan, ratusan kader yang mengikuti uji kompetensi dibiayai puskesmas. Menurutnya, ribuan kader yang belum mengikuti ujikom bisa di-cover melalui APBdes atau BLUD Puskesmas.

”Secara kelembagaan, posyandu kini bukan di kami (dinkes). Harapanya bisa dibiayi melalui dana desa,” jelasnya.

Menurutnya, ujikom sifatnya wajib bagi kader posyandu. Dia mendorong puskesmas atau desa bisa memfasilitasi ujikom tersebut. ”Untuk TOT (training of trainer), dari kami yang menguji,” pungkansya. (ay/bil)

Editor : Amin Basiri