SAMPANG, RadarMadura.id – Pengelolaan Dana Desa (DD) 2025 di dua desa di Kecamatan Kedungdung menjadi atensi Inspektorat Sampang.
Yakni, Desa Bajrasokah dan Desa Banyukapah yang saat ini tengah diaudit karena diduga terdapat kejanggalan dalam realisasi anggaran.
Inspektur Inspektorat Sampang Ariwibowo Sulistyo mengatakan, pengawasan realisasi DD merupakan agenda rutin setiap tahun.
Namun, tahun ini terdapat dua desa yang masuk dalam program atensi khusus.
”Dua desa yang menjadi atensi pengawasan realisasi DD 2025 yakni Desa Bajrasokah dan Desa Banyukapah,” ujarnya.
Menurut Ari, tim inspektorat telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan.
Dari hasil penelusuran awal, pihaknya menerima sejumlah laporan masyarakat terkait dugaan kejanggalan dalam pelaksanaan program.
”Salah satu laporan berkaitan dengan kondisi jalan rusak. Khusus Desa Banyukapah, kami juga mengaudit program ketahanan pangan,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya belum dapat menyampaikan hasil audit kepada publik.
Sebab, proses pemeriksaan masih berlangsung dan saat ini masuk tahap klarifikasi dengan pemerintah desa.
”Saat ini masih proses klarifikasi atau ekspose dengan pemerintah desa,” katanya.
Dia menambahkan, tim audit masih melakukan analisis internal.
Baca Juga: Update Harga Mitsubishi Xpander 2026 Semua Varian, Dari GLS sampai Ultimate dan Xpander Cross
Karena itu, pihaknya belum dapat menyimpulkan bentuk temuan dalam pengelolaan DD di dua desa tersebut.
Ari menjelaskan, proses pengawasan DD dilakukan melalui beberapa tahapan.
Mulai dari pemeriksaan dokumen surat pertanggungjawaban (SPj), klarifikasi dengan pelaksana kegiatan di tingkat desa, hingga pengecekan langsung di lapangan terhadap proyek fisik maupun pengadaan barang.
”Setelah itu dilakukan analisis, kemudian muncul temuan sementara yang diekspose bersama perangkat desa,” terangnya.
Apabila temuan tersebut diakui bersama, maka akan dilanjutkan dengan perhitungan potensi kerugian negara.
”Jika disepakati, baru dihitung nilai kerugian negaranya,” tegasnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Kepala Desa Banyukapah Ruspandi belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi.
Hal serupa juga terjadi pada Kepala Desa Bajrasokah Herman yang belum merespons upaya konfirmasi melalui sambungan telepon.
Pj Kades Banyukapah Ruspandi menerangkan, setiap tahun Inspektrorat Sampang memang melakukan audit terhadap pengelolaan DD. Tahun ini, desanya menjadi salah satu desa yang turut diaudit.
”Namanya audit, menyeluruh program yang diaudit. Karena itu program rutin inspektorat untuk melakukan audit. Tidak mesti ada temuan,” ungkapnya. (bai/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti