SAMPANG, RadarMadura.id - Rangkaian persiapan dan pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) terus dimatangkan.
Salah satunya melalui pembentukan petugas haji yang akan membimbing jemaah.
Namun, berbeda dari tahun sebelumnya, kuota petugas haji tahun ini mengalami pengurangan.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sampang Sayfuddin menjelaskan bahwa petugas haji terbagi menjadi tiga kategori, yakni petugas kloter, pembimbing ibadah, dan petugas kesehatan.
Dari ketiganya, petugas kesehatan mengalami perubahan jumlah dibandingkan tahun lalu.
”Tahun ini ada pengurangan dari petugas kesehatan, ujarnya kemarin (15/12).
Menurut Sayfuddin, pada tahun sebelumnya, petugas kesehatan disediakan dua orang.
Mereka bertugas melakukan pembinaan, pelayanan, serta perlindungan kesehatan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Namun, untuk pelaksanaan haji 2026, kuota petugas kesehatan hanya satu orang.
”Ketentuan pengurangan ini merupakan kebijakan dari pemerintah pusat. Kami di daerah hanya sebagai pelaksana, paparnya.
Dia menambahkan, rekrutmen petugas haji diampu oleh Kementerian Agama. Sementara itu, petugas kesehatan haji diseleksi langsung oleh dinas kesehatan.
”Untuk petugas haji sudah selesai direkrut. Ada dua orang dari Kemenag yang akan mendapatkan pelatihan. Sedangkan untuk petugas kesehatan, saya belum mengetahui perkembangannya, jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sampang Samsul Hidayat menyampaikan bahwa proses rekrutmen petugas kesehatan menjadi kewenangan Kemenhaj dan saat ini masih berproses.
Terkait pengurangan kuota, pihaknya belum menerima edaran resmi.
Namun, dia menilai kuota satu formasi petugas kesehatan cukup memberatkan. ”Dampaknya terhadap pelayanan tentu tidak akan maksimal, mengingat satu petugas harus melayani ratusan jemaah. Harapannya seperti tahun lalu, tetap ada dokter dan perawat, pungkasnya. (ay/han)
Editor : Amin Basiri