
BANGKALAN, RadarMadura.id – Program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Bangkalan belum sepenuhnya beroperasi sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN).
Indikasinya, ada tiga dapur yang di-suspend gara-gara tidak melengkapi syarat fasilitas yang diperintahkan.
Sementara satu dapur diberhentikan sementara karena hasil uji laboratorium makanan belum diketahui.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika mengatakan, ada tambahan dua satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang masuk dalam daftar suspend di Kota Salak.
Pemberhentian sementara itu dilakukan setelah BGN melakukan sidak. Sementara satu dapur di-suspend pada periode pertama, tetapi belum dicabut karena belum melengkapi syarat yang ditetapkan oleh BGN.
Baca Juga: Satgas Dorong Warga Miskin Jadi PM MBG
“Terbaru ada tambahan dua dapur yang masuk dalam daftar suspend di Bangkalan,” ujarnya.
Menurutnya, satu dapur di Kecamatan Blega masih diberhentikan sementara setelah menu yang didistribusikan berulat, dan hasil uji laboratorium belum keluar.
Dia menyebutkan, selama hasil uji lab belum diketahui, maka dapur tidak diperkenankan untuk beroperasi.
“Jika hasil uji lab menyatakan tidak bermasalah, maka bisa beroperasi kembali. Jika sebaliknya, maka BGN akan mengambil tindakan tegas,” katanya.
Dijelaskan, tiga dapur yang di-suspend itu karena tidak memenuhi syarat infrastruktur.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




