SAMPANG, RadarMadura.id – Bus Gunung Harta jurusan Jakarta tak bisa melanjutkan perjalanannya Rabu (8/10). Bus dengan nomor polisi (nopol) B 766 KGA itu mengalami laka tunggal di jalan raya Desa Dharma Camplong, Sampang. Dua penumpang mengalami luka ringan.
Mohammad Arif warga sekitar mengatakan, laka tunggal bus antarkota antarprovinsi (AKAP) itu terjadi usai azan Duhur. Bus menghindar dari pengendara motor dari arah berlawanan sehingga bodi bus keluar dari markah jalan dan terperosok ke selokan.
Menurutnya, bus tersebut melaju dari arah timur menuju arah barat. ”Setelah menghindar dari pengendara sepeda motor, bus tersebut terperosok ke saluran drainase,” katanya.
Kapolsek Camplong Iptu Bambang Budiyanto membenarkan kejadian laka tunggal bus dengan nopol B 7662 KGA. Laka itu terjadi sekitar pukul 12.15 di depan kantor Korbiddikcam, Jalan Raya Dharma Camplong, Sampang.
Dia mengungkapkan, bus tersebut dikemudikan Akhmad Pahruri, 42, warga Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal. ”Alhamdulillah, sopir dan penumpang semuanya selamat. Hanya mengalami kerusakan pada bumper depan bus,” ungkapnya.
Dijelaskan, laka itu terjadi saat Akhmad Pahruri menyalip mobil boks. Tiba-tiba di depannya ada kendaraan, sehingga sopir bus banting setir ke arah kiri. Namun, bus terlalu ke pinggir, sehingga terperosok ke selokan dan menabrak beton di pinggir jalan.
Bus tersebut membawa 34 penumpang dengan tujuan Jakarta. Semua penumpang dipastikan selamat.
”Hanya ada dua penumpang, yaitu Farhan dan Ratu Meisa yang mengalami luka ringan. Tapi, para penumpangnya dipindahkan ke bus yang lain,” tandasnya. (bai/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti