SAMPANG, RadarMadura.id – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang sudah mengusulkan ratusan formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Namun, hingga sekarang belum diketahui berapa formasi yang disetujui.
Kepala BKPSDM Sampang Arief Lukman Hidayat mengatakan, setiap tahun pihaknya mengusulkan formasi kepegawaian.
Tahun ini instansinya mengusulkan 300 formasi CPNS dan PPPK.
”Jumlah secara keseluruhan, baik CPNS maupun PPPK sebanyak 300 orang,” ujarnya.
Menurutnya, jumlah formasi tersebut sudah diajukan pada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB). Namun, hingga sekarang belum ditetapkan.
”Kami masih menunggu surat resmi dari Kemen PAN-RB untuk mengumumkan berapa formasi yang disetujui,” ujarnya.
Pihaknya meminta masyarakat bersabar menunggu surat edaran dari Kemen PAN-RB terkait berapa formasi yang ditetapkan untuk Kabupaten Sampang.
Jika sudah ditetapkan, pihaknya bakal mengumumkan formasi tersebut untuk diketahui publik.
”Kami akan mengumumkan saat sudah ada petunjuk berupa surat edaran khusus dari Kemen PAN-RB,” tuturnya.
Dia menambahkan, pada rekrutmen 2023, formasi PPPK difokuskan untuk peserta yang memenuhi passing grade atau P1.
Formasi yang tersedia sebanyak 521. Tapi, yang memenuhi nilai ambang batas 517 formasi.
”Jadi, formasinya hanya 517 orang yang terisi, terdiri dari formasi guru, nakes, dan teknis,” pungkasnya.
Ketua Komisi l DPRD Sampang Toipul Minan meminta formasi yang diusulkan mesti seimbang dengan ASN yang pensiun.
Pihaknya menyarankan agar formasi CPNS dan PPPK lebih diprioritaskan pada tenaga kesehatan (nakes) maupun guru yang sifatnya memberikan pelayanan dasar pada masyarakat.
”Jadi, jika tenaganya maksimal, tidak akan mengganggu pada pelayanan masyarakat,” sarannya. (bai/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti