
SAMPANG, RadarMadura.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang hanya mengandalkan anggaran pemerintah kabupaten (pemkab) sebesar Rp 75 juta untuk melakukan dropping air.
Alasannya, tahun ini BPBD tidak mendapatkan tambahan anggaran.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sampang Fajar Arif Taufikurrahman mengatakan, pihaknya sudah mulai melakukan dropping air ke 12 kecamatan yang terdampak kekeringan.
Tahun ini anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 75 juta untuk dropping air yang bersumber dari APBD 2026.
”Anggaran tersebut yang kami gunakan untuk dropping air pada 12 kecamatan yang terdampak kekeringan,” ungkapnya.
Fajar mengutarakan, dropping air sudah berlangsung tiga hari.
Pihaknya hanya mengandalkan anggaran yang dialokasikan Pemkab Sampang.
Menurutnya, anggaran Rp 75 juta untuk dropping air ke daerah terdampak kekeringan sangat kurang.
Namun, pihaknya tetap memaksimalkan anggaran yang ada karena dana yang dimiliki pemkab terbatas.
”Sementara ini belum ada tambahan anggaran untuk dropping air,” tuturnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




