Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Satgas MBG Sampang Sarankan Putus Kontrak

H

PENYALURAN: Dapur SPPG Yayasan Generasi Emas yang ada di Jalan Trunojoyo Rabu (25/2). (AYU LATIFAH/JPRM)
PENYALURAN: Dapur SPPG Yayasan Generasi Emas yang ada di Jalan Trunojoyo Rabu (25/2). (AYU LATIFAH/JPRM)
 


Advertisement

SAMPANG, RadarMadura.id – Sampai saat ini, di Sampang masih ditemukan sajian menu dalam program makan bergizi gratis (MBG) tidak sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).

Contohnya, suguhan menu susu yang mengabaikan petunjuk dan teknis (juknis) karena tidak menggunakan susu full cream bagi balita dan ibu menyusui.

Tapi, menggunakan susu perasa berupa Real Good dan itu dikeluhan penerima manfaat.

Advertisement

Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Sampang Sudarmanto mengatakan, penerima manfaat memiliki hak untuk menolak sajian dari satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

Bahkan, penerima manfaat bisa memutus kontrak dengan SPPG. ”Penerima harus berani memutus kontrak jika tidak mau (bermitra), apalagi sekarang SPPG banyak yang sedang cari penerima manfaat,” katanya.

Sudarmanto menuturkan, keluhan terkait program MBG akan disampaikan langsung pada BGN.

Advertisement

”Jika merujuk SK, satgas saat ini hanya melakukan percepatan, tapi nanti kami mengusulkan untuk bisa melakukan pengawasan. Jika bisa melakukan pengawasan, maka satgas bisa memutus kontrak dapur SPPG yang terbukti nakal atau melanggar aturan,” imbuhnya.

Sebelumnya, salah seorang penerima yang enggan disebutkan identitasnya kecewa dengan sajian menu SPPG Yayasan Generasi Emas.

Sebab, dapur yang terletak di Jalan Trunojoyo Sampang itu terlalu sering memberikan susu perasa atau Real Good yang dinilai hanya 10 persen mengandung susu murni.

”Real Good itu bukan susu, tapi pemanis. Ini bukan lagi bergizi, semestinya sudah mendapatkan sanksi karena tidak sesuai juknis menggunakan susu full cream,” sesalnya.

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Kepala SPPG Yayasan Generasi Emas Umar Syaid tidak mengelak atas pemberian susu Real Good tersebut. Namun, dia mengeklaim bahwa pemberian itu hanya pada pekan terakhir.

Sebab, kebutuhan menu tersebut berasal dari mitra. ”Sebelumnya kami rutin pakai susu full cream, kami menggunakan Real Good karena dari mitra,” tuturnya.

Dia juga membenarkan bahwa pemberian susu Real Good tidak sesuai juknis. Karena itu, dia telah menegur mitra Yayasan Generasi Emas untuk dievaluasi.

Ke depan, hal itu akan menjadi salah satu bahan pembelajaran dalam penyajian menu.

”Memang saya akui keluar dari juknis. Ke depan hal ini akan menjadi salah satu bahan evaluasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Sampang Ratna Nur Handayani tidak merespons upaya konfirmasi yang dilakukan koran ini.

Padahal, jurnalis ingin meminta tanggapan yang bersangkutan terkait sajian menu SPPG Yayasan Generasi Emas yang diduga tidak sesuai juknis. (ay/yan)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

SPPG Pabian 2 Gandeng Sekolah Sukseskan MBG untuk Generasi Emas 2045

SPPG Pabian 2 Gandeng Sekolah Sukseskan MBG untuk Generasi Emas 2045

SPPG Pabian 2 juga tidak hanya mengantar ompreng. Rizal bersama ahli gizi dan akuntan rutin turun langsung ke lapangan untuk memantau penerima manfaat.

SPPG Candi Sajikan Menu MBG Menggugah Selera

SPPG Candi Sajikan Menu MBG Menggugah Selera

Kepala SPPG Candi M. Rofiek mengatakan, menu ikan nila goreng sengaja dipilih karena kaya protein hewani berkualitas dan disukai anak-anak.

SPPG Jambu Perhatikan Angka Kecukupan Gizi

SPPG Jambu Perhatikan Angka Kecukupan Gizi

Kepala SPPG Jambu Anwar Efendi mengatakan, pihaknya menerapkan standar Badan Gizi Nasional dengan empat kategori porsi berbeda.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer