RadarMadura.id — Dalam tradisi berbuka puasa, umat Muslim dianjurkan untuk meniru sunah Nabi Muhammad SAW dengan mengonsumsi kurma dan air.
Kebiasaan ini tidak hanya berakar pada spiritualitas, tetapi juga pada etika dan kesehatan.
Nabi Muhammad SAW mengajarkan cara yang sopan dan higienis untuk membuang biji kurma, yaitu dengan menggunakan dua jari, sehingga tidak mencemari tangan yang akan mengambil kurma berikutnya.
Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Bisr Radhiyallahu 'anhu menjelaskan metode ini, "Nabi pernah dihadiahi kurma, lalu Beliau memakannya dan mengeluarkan bijinya dengan meletakkan di antara dua jari dan beliau letakan jarinya yang telunjuk dan tengah." (HR Muslim 2042).
Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) mengingatkan umat Islam untuk tetap istiqomah dalam menjalankan sunnah ini.
Kadam Sidik, seorang kreator konten keislaman, juga membagikan visualisasi dari sunnah ini melalui media sosial, menekankan pentingnya menjaga kebersihan saat berbuka puasa.
Dari perspektif kesehatan, kurma adalah sumber energi yang padat, mengandung karbohidrat, asam amino, vitamin, dan mineral yang penting untuk memulihkan energi setelah berpuasa.
Menurut Demet Cerit, spesialis nutrisi dan diet, kurma juga mendukung kesehatan jantung, pencernaan, dan sistem saraf, serta membantu menjaga kesehatan tulang.
Dengan manfaat yang begitu luas, kurma tidak hanya memenuhi tradisi, tetapi juga menawarkan kebaikan yang nyata bagi tubuh. (fadila)