Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kesibukan Tak Mengabaikan Kewajiban

I
Penulis: Ina Herdiyana❯

 

BERILMU: Suciana Mukhtar mengisi ceramah di wilayah Kecamatan Gapura. (SUCIANA MUKHTAR UNTUK JPRM)
BERILMU: Suciana Mukhtar mengisi ceramah di wilayah Kecamatan Gapura. (SUCIANA MUKHTAR UNTUK JPRM)


Advertisement

SUMENEP, RadarMadura.id – Kesibukan Suciana Mukhtar berceramah tetap tidak meninggalkan kewajiban sebagai istri. Termasuk pertemuan rutin Fatayat yang menjadi amanah mertuanya. Dia juga selalu menjaga kesehatan dan karier agar simbang. 

”Aktivitas sesibuk apa pun jangan tinggalkan kewajiban di rumah, termasuk kumpulan,” imbuh menantu pasangan KH Hanif Abdullah dan Nyai Hj Hanifah itu.

Aktivitas Suci memang sangat padat. Selain menjadi penceramah, juga aktif mengisi kegiatan Fatayat NU. Meski demikian, semua aktivitasnya tetap diatur dan atas persetujuan suaminya. Pasangan suami istri ini memang berkhidmah pada Nahdlatul Ulama (NU).

Advertisement

Suci mengatakan, sesibuk apa pun perempuan jangan sampai meninggalkan kewajiban utama. Yakni, mengurus keluarga atau suami. Sebab, itu merupakan kewajiban yang harus dijalankan oleh kaum hawa. ”Tugas perempuan kan harus mengurus suami. Jadi, kewajiban itu tidak boleh ditinggalkan,” jelas istri Ach. Wahedi itu.

Menurut dia, aktivitas yang dilakukannya selama ini atas persetujuan suaminya, baik jadwal ceramah ke mana saja maupun kegiatan kompolan Fatayat. ”Setiap jadwal ceramah ke mana saja, suami pasti tahu,” ucap Suci.

Suci menuturkan, kegiatan rutin muslimat Fatayat NU di Kecamatan Gapura, Batang-Batang, dan Dungkek tetap berjalan normal meski dirinya tidak bisa hadir. Sebab, kegiatan tersebut diisi oleh suaminya. Hal tersebut juga disambut baik oleh anggota. ”Jadi, kalau saya ada acara ceramah, yang ngisi perkumpulan Fatayat ya suami,” ujar pembina Fatayat NU Gapura Timur itu.

Advertisement

Suci menambahkan, setiap pagi dirinya mesti berdiskusi dengan suami berkenaan dengan kegiatan sosial yang akan dilakukan. Baik itu agenda berkunjung ke masyarakat maupun ke acara lain agar segera terlaksana sehingga setelah Duhur bisa fokus pada agenda perkumpulan maupun ceramah.

”Kalau ada kegiatan sosial biasanya dilakukan pagi. Karena kalau siang sampai malam itu sudah sibuk isi ceramah maupun agenda rutin perkumpulan muslimat,” imbuhnya. (iqb/luq)

 

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Menata Ulang Komunikasi Politik NU Pasca-Muktamar

Menata Ulang Komunikasi Politik NU Pasca-Muktamar

NU tidak hanya berhadapan dengan persoalan mekanisme pemilihan, tetapi juga berhadapa dengan berbagai narasi politik yang berkembang di ruang public (public sphare).

Bahas Pajak dan Zakat, Bahtsul Masail Maudluiyah Diwarnai Adu Argumentasi

Bahas Pajak dan Zakat, Bahtsul Masail Maudluiyah Diwarnai Adu Argumentasi

Bahtsul Masail Maudluiyah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) berlangsung penuh dinamika pendapat. Pada Bahtsul Masail kali ini membahas tentang fiskal bangsa ini dari perspektif fikih.

PCNU Pamekasan Suarakan Kemandirian Pesantren, Dalam Rapat Pleno Muktamar Ke-35 di Tambakberas

PCNU Pamekasan Suarakan Kemandirian Pesantren, Dalam Rapat Pleno Muktamar Ke-35 di Tambakberas

Ketua PCNU Pamekasan KH. Muchlis Nasir menilai, potensi ekonomi pesantren cukup besar untuk terus dikembangkan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer