Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tantangan Generasi Z di Era Digital

H
Hairatul Hasanah
Hairatul Hasanah

Oleh HAIRATUL HASANAH


Advertisement

 

GENERASI Z merupakan generasi yang lahir di saat arus teknologi sangat canggih, sehingga generasi ini memiliki karakteristik yang khas. Tantangan yang dimiliki generasi ini juga berbeda dengan karakter generasi lain. Kemahiran berteknologi generasi ini bisa sangat menguasai serta mampu memanfaatkan kehadiran teknologi yang canggih di era digital.

Pada era digital ini, generasi Z jangan sampai lengah. Apalagi, sampai terlena dengan hadirnya teknologi yang makin canggih. Sebab, ada beberapa hal yang perlu dihadapi dengan penuh kesiapan yang matang.

Advertisement

Tantangan dalam Pendidikan

Berkembangnya teknologi pada generasi ini, terutama dalam hal pendidikan, menjadikan pembelajaran lebih efektif dan lebih menyenangkan, sehingga tak heran jika banyak peserta didik yang lebih memilih metode pembelajaran melalui teknologi daripada metode pendidikan tradisional yang mereka anggap out-of-date. Selain memiliki sisi positif bagi peserta didik, pesatnya perkembangan teknologi memiliki sisi negatif. Di antaranya, terganggunya fokus belajar dan lebih cenderung memilih fokus pada gadget daripada mendengarkan guru, sehingga pembelajaran seperti ini akan terasa lebih sulit. Dampak negatif lainnya adalah, peserta didik akan terkena information overload, yakni mengakses informasi yang seharusnya tidak mereka tahu. Seperti halnya mengakses link pornografi yang bisa mereka dapatkan dari internet (Yulia, dkk. 2024: 155)

Tantangan dalam Karier

Advertisement

Generasi Z adalah salah satu generasi harapan yang mahir berteknologi dalam dunia kerja. Lapangan kerja yang diminati oleh generasi Z ini memiliki peluang untuk sukses dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Namun, era digital makin hari makin bertambah pesat perkembangannya, sehingga diperlukan individu yang siap bersaing dalam memanfaatkan teknologi untuk meraih karier yang baik dalam dunia kerja (Agustina, 2023: 2).

Tantangan dalam Kesehatan Mental

Tingkat kecemasan generasi Z cenderung lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya, karena semakin maju teknologi, generasi Z ini akan dihadapkan dengan tantangan kesehatan mental. Dalam era digital ini, teknologi semakin canggih, banyak orang yang lebih lama hidup dalam dunia maya daripada dunia nyata. Salah satunya adalah terganggunya pola tidur yang tidak teratur sehingga dapat mengganggu mental seseorang.

Tidak hanya itu, generasi Z juga perlu menyiapkan mental untuk ketidakpastian masa depan, yakni mudah tertarik pada lawan jenis di media sosial yang kerap menjadi candu, serta perlakuan yang tidak baik dari orang di luar ekspektasi juga menjadi pemicu mental down (Efendi, 2023: 150).

Tantangan dalam Hubungan Sosial

Meningkatnya perkembangan teknologi serta meratanya internet dalam kehidupan menjadikan seseorang, khususnya generasi Z ini lebih memilih berinteraksi dalam dunia maya daripada orang di sekitarnya. Hubungan sosial ini semakin minim bagi orang yang merasakan kecanggihan teknologi. Banyak pula yang lebih mementingkan teknologinya daripada menjaga hubungan sosial. Mereka lupa bahwa menjaga interaksi sosial jauh lebih penting daripada interaksi dunia maya. Manusia merupakan makhluk sosial yang butuh dengan sesamanya. Jadi, hadapi tantangan ini dan yakinkan pada dirinya sendiri, meski teknologi semakin canggih, berinteraksi dengan sesama jauh lebih baik (Unpad, 2018).

Tantangan dalam Lingkungan Hidup

Lingkungan adalah bagian dari kehidupan manusia. Aktivitas manusia akan sangat berpengaruh terhadapnya, seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi yang berakibat isu lingkungan semakin kompleks dan mengglobal sehingga sangat diperlukan perhatian dari berbagai pihak (Anindya, 2023: 26). Tantangan yang akan dihadapi oleh generasi Z ini dalam lingkungan hidup adalah bagaimana caranya agar generasi ini mampu berperan aktif dalam melestarikan lingkungan hidup serta mampu menyaring informasi yang didapat dari platform dan bisa membuktikan bahwa informasi tersebut akurat sebelum disebarkan pada publik. Namun, untuk melestarikan lingkungan hidup dan bisa mengambil tindakan yang konkret, generasi Z ini tidak bisa berjalan sendiri, mereka harus mampu bekerja sama atau berkolaborasi dengan generasi sebelumnya.

Kesiapan dan Upaya Generasi Z

Pendidikan adalah salah satu upaya yang sangat penting dalam menghadapi perkembangan teknologi dengan serius serta mampu menjadikan teknologi bisa membawa manfaat dalam kehidupan. Generasi Z, khususnya yang lahir tahun 2017 ke atas, yang diperkirakan saat ini masih menduduki bangku SD/MI, sangat penting untuk diberikan pendidikan serta pemahaman tentang manfaat dan mudarat dalam penggunaan teknologi. Orang tua juga harus berperan penting dalam menjaga dan mengontrol anak-anaknya supaya tidak ketergantungan gadget dan bijak dalam menggunakannya. Namun, jika diperhatikan, saat ini banyak kejadian yang sangat memprihatinkan, terutama dalam dunia anak, yaitu perubahan sikap dan mental akibat penyalahgunaan teknologi. Mereka terpengaruh terhadap apa yang ditonton dalam media sosial, bahkan kerap kali terjadi bullying hingga melakukan kekerasan fisik. Hal tersebut dipicu oleh game atau tontonan yang mengandung kekerasan.

Semakin merosotnya nilai moral anak harus diperhatikan oleh masyarakat. Hal tersebut tidak lagi menjadi perkara sederhana karena arus teknologi yang dengan cepat mencuci otak anak lewat tontonan iklan ataupun game kekerasan yang dikemas sangat menarik, sehingga semakin memburuknya moralitas anak.

Diperlukan kesiapan ekstra bagi generasi Z dalam menghadapi perkembangan teknologi yang bisa kapan saja menguasai kehidupan agar mampu beradaptasi dan lebih kreatif dalam menggunakan teknologi. Yang terpenting adalah, pendidikan agama dan akhlak yang akan menimbulkan keasadaran tersendiri bagi anak. (*)

*)Alumnus Yayasan Islamiyah Pakondang, mahasiswa STITA Sumenep

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Asah Siswa SMPN 1 Pademawu Berpikir Kritis

Asah Siswa SMPN 1 Pademawu Berpikir Kritis

Kepala SMP Negeri 1 Pademawu Syaiful Rizal berharap dengan pelatihan jurnalistik ini dapat mengasah kemampuan siswa dalam berpikir kritis dan menyikapi informasi yang mereka terima.

Ansari: Pesantren Fondasi Hadapi Era Digital

Ansari: Pesantren Fondasi Hadapi Era Digital

Anggota Komisi VIII DPR RI Ansari mengingatkan, budaya literasi harus terus diperkuat. Masyarakat dituntut mampu berpikir kritis agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum teruji kebenarannya.

Pelaku Pemerkosaan Anak di Raas Belum Diringkus

Pelaku Pemerkosaan Anak di Raas Belum Diringkus

R selaku keluarga korban mengaku tidak tahu perkembangan kasus bagaimana. Dirinya hanya minta para pelaku segera diamankan dan dihukum seberat mungkin.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer