Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Guru Honorer Belum Sejahtera di Tengah Program MBG, Ini Analisis Kebijakan Pendidikan

A
Penulis: Abdul Basri❯

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diproyeksikan menjadi salah satu kebijakan sosial terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diproyeksikan menjadi salah satu kebijakan sosial terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

RadarMadura.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diproyeksikan menjadi salah satu kebijakan sosial terbesar dalam beberapa tahun terakhir.


Advertisement

Pemerintah menyebutnya sebagai langkah konkret membangun generasi sehat dan produktif.

Namun di balik ambisi itu, realitas kesejahteraan guru honorer kembali menjadi sorotan.

Tidak sedikit guru honorer yang menerima gaji jauh di bawah standar upah minimum, bahkan mengalami keterlambatan pembayaran.

Advertisement

Fenomena ini memunculkan pertanyaan publik: apakah kebijakan pendidikan Indonesia mengalami policy misalignment—ketidaksinkronan antara intervensi hilir dan penguatan fondasi hulu?

Dalam teori pembangunan manusia, intervensi gizi merupakan komponen penting. Namun kualitas pembelajaran ditentukan oleh stabilitas dan profesionalisme tenaga pendidik.

Tanpa guru yang hidup dalam kepastian ekonomi, sulit membayangkan relasi belajar yang optimal.

Advertisement

Secara struktural, pengelolaan pendidikan di Indonesia memang kompleks. Meskipun anggaran pendidikan mencapai 20 persen APBN, sekitar 80–90 persen dialirkan ke pemerintah daerah.

Penggunaan dana tersebut sangat bergantung pada tata kelola lokal, termasuk mekanisme pelaporan dan distribusi.

Masalah seperti keterlambatan pencairan BOS, validasi data di Dapodik, hingga pengelolaan DAU untuk pembayaran PPPK sering kali menjadi hambatan teknis yang berdampak langsung pada guru.

Analisis lebih lengkap mengenai hubungan MBG dan kesejahteraan guru dapat disimak melalui video berikut: https://www.youtube.com/watch?v=pH5pI7Rj-4A

Pertanyaan besarnya bukan apakah MBG perlu dihentikan. Yang lebih relevan adalah bagaimana memastikan program gizi dan penguatan profesi guru berjalan simultan.

Tanpa itu, visi bonus demografi dan daya saing global berisiko kehilangan fondasi utama: kualitas pendidik. ***

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

SPPG Pabian 2 Gandeng Sekolah Sukseskan MBG untuk Generasi Emas 2045

SPPG Pabian 2 Gandeng Sekolah Sukseskan MBG untuk Generasi Emas 2045

SPPG Pabian 2 juga tidak hanya mengantar ompreng. Rizal bersama ahli gizi dan akuntan rutin turun langsung ke lapangan untuk memantau penerima manfaat.

SPPG Candi Sajikan Menu MBG Menggugah Selera

SPPG Candi Sajikan Menu MBG Menggugah Selera

Kepala SPPG Candi M. Rofiek mengatakan, menu ikan nila goreng sengaja dipilih karena kaya protein hewani berkualitas dan disukai anak-anak.

Cegah Anak Lemas dan Ngantuk, SPPG Dasuk Laok Gencar Sosialisasikan Gizi Kepada Siswa

Cegah Anak Lemas dan Ngantuk, SPPG Dasuk Laok Gencar Sosialisasikan Gizi Kepada Siswa

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumenep Dasuk Dasuk Laok menggelar Sosialisasi Gizi di SDN Nyapar 1, Dasuk, Rabu (28/10).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer