Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Guru dan Prajurit Bangsa Bersinergi Membangun Negeri

H
Suraji, M.Pd. kepala UPTD SDN Jambu 2.
Suraji, M.Pd. kepala UPTD SDN Jambu 2.

SETIAP tanggal 5 Oktober, diperingati sebagai Hari Guru Sedunia. Hari itu merupakan momentum refleksi pentingnya peran guru dalam membangun peradaban. Pada tanggal yang sama, bangsa Indonesia juga merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dua momen besar ini seakan menjadi pengingat bahwa guru dan TNI sama-sama memiliki peran strategis dalam menjaga masa depan bangsa: guru di garis depan pendidikan dan peradaban, sementara TNI di garis depan pertahanan dan keamanan negara.


Advertisement

Di Kabupaten Bangkalan, momentum ini terasa semakin relevan. Pendidikan kita masih menghadapi tantangan serius, terutama terkait tata kelola dan manajemen guru. Tanpa tata kelola yang baik, mustahil tercipta iklim pendidikan yang kondusif dan mampu meningkatkan mutu serta kompetensi pelajar. Peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari pengelolaan guru secara profesional, transparan, dan berpihak pada kebutuhan peserta didik.

Beberapa waktu terakhir, muncul persoalan terkait mutasi guru PNS dari lembaga swasta ke lembaga negeri. Kebijakan ini berpotensi menimbulkan masalah baru, terutama bagi sekolah-sekolah swasta, PAUD, dan lembaga pendidikan non-pemerintah yang ditinggalkan oleh guru berpengalaman.

Banyak di antara mereka sudah puluhan tahun mengabdikan diri, memiliki kualitas luar biasa, dan menjadi tulang punggung pendidikan dasar anak-anak. Memindahkan mereka tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang jelas kurang relevan, apalagi di saat pemerintah sudah menggencarkan pengangkatan guru P3K untuk menutupi kekurangan tenaga pendidik di sekolah negeri.

Advertisement

Kebijakan pendidikan seharusnya tidak menimbulkan beban baru bagi masyarakat. Sebaliknya, perlu dibangun kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan agar kualitas guru meningkat dan pemerataan pendidikan berjalan lebih baik. Pemerintah daerah bersama organisasi profesi guru juga harus berani bersuara dan kritis terhadap kebijakan yang tidak rasional dan merugikan pihak tertentu. Di sinilah pentingnya check and balance, sehingga setiap kebijakan benar-benar berpihak pada peningkatan mutu pendidikan.

Guru adalah arsitek peradaban, sementara TNI adalah penjaga ketahanan bangsa. Dua peran besar ini harus berjalan seiring, saling menguatkan, dan berkolaborasi sesuai fungsi masing-masing. Guru membangun generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter. Sementara TNI memastikan bangsa ini aman, berdaulat, dan kuat. Keduanya adalah pilar penting bagi keberlangsungan Indonesia.

Oleh karena itu, Hari Guru Sedunia dan HUT Ke-80 TNI harus kita jadikan momentum untuk memperbaiki kelemahan tata kelola pendidikan, khususnya di Kabupaten Bangkalan. Perlu keberanian politik dari pemerintah untuk melakukan terobosan dalam meningkatkan kualitas guru, tanpa diskriminasi, serta mendorong lahirnya kreativitas dan inovasi dalam dunia pendidikan.

Advertisement

Sebagai penutup refleksi, pada Hari Guru Internasional ini, saya bersama rekan-rekan dosen dan profesor dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah menerbitkan sebuah buku berjudul Guru sebagai Arsitek Peradaban. Buku ini menjadi bentuk nyata komitmen kami untuk terus berkontribusi dalam membangun pendidikan yang lebih baik. Semoga momentum ini menjadi pengingat sekaligus penyemangat bahwa memperbaiki tata kelola pendidikan adalah jalan menuju peningkatan kualitas bangsa. (*)

 

SURAJI, M.PD.

*)Sekretaris PDM Kabupaten Bangkalan. Mahasiswa Pascasarjana UMM sekaligus Kepala UPTD SDN Jambu 2.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pertahanan Semesta dan Wajib Militer

Pertahanan Semesta dan Wajib Militer

SELAMA ini, isu tentang militer dan demokrasi sering ditempatkan dalam posisi yang berhadap-hadapan. Padahal, keduanya tidak semestinya ditempatkan dalam posisi yang diametral. Dalam konteks Indonesia, pandangan tersebut

UPTD SMPN 1 Burneh Perkuat Digitalisasi dan Kolaborasi Lintas Sektor saat Pelaksanaan MPLS

UPTD SMPN 1 Burneh Perkuat Digitalisasi dan Kolaborasi Lintas Sektor saat Pelaksanaan MPLS

Kepsek Sulfa Diana mengatakan, UPTD SMPN 1 Burneh berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan MPLS.

Bupati Fauzi Perkuat Sinergi dengan TNI

Bupati Fauzi Perkuat Sinergi dengan TNI

Bupati Achmad Fauzi berkomitmen untuk terus menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak. Termasuk dengan TNI untuk menjaga stabilitas daerah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer