Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pengusaha Minta Pemkab Pamekasan Perjuangkan Cukai Murah

Amin Basiri • Senin, 23 Februari 2026 | 08:45 WIB

DIALEKTIS: Pelaku usaha rokok menyampaikan gagasan dan aspirasi di hadapan Forkopimda Pamekasan, Jumat (20/2).
DIALEKTIS: Pelaku usaha rokok menyampaikan gagasan dan aspirasi di hadapan Forkopimda Pamekasan, Jumat (20/2).

PAMEKASAN, Radar Madura.id – Tingginya tarif pita cukai saat ini dikeluhkan pelaku usaha rokok di Kabupaten Pamekasan. Sebelum 2005, kebijakan biaya cukai terhitung rendah dan terjangkau. 

"Sehingga, pelaku usaha, khususnya skala kecil dan menengah, masih mampu bertahan dan bersaing," kata Owner Rokok Cahaya Pro Fathorrosi.

Setelah 2005 biaya cukai terus naik. Kebijakan tarif baru itu, membuat margin keuntungan semakin tertekan dan menyulitkan pengusaha untuk tetap memasarkan produk secara kompetitif.

Fathorrosi menyakini, jika cukai lebih murah dan terjangkau, maka akan lebih menguntungkan terhadap negara. Dia yakin, para pengusaha rokok akan mengikuti ketentuan yang diberlakukan.

”Kalau cukai murah, teman-teman pengusaha insyaallah akan mau memproses rokoknya berpita cukai,” ujarnya.

Dia mengaku sudah menyampaikan aspirasi tersebut ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berkenaan dengan kebijakan tarif cukai rokok.

Sehingga, perlu ada keberpihakan pemerintah terhadap pengusaha industri kecil menengah yang baru merintis.

”Mau naik ke level yang legal, kemungkinan para pengusaha yang baru merintis susah. Tiap tahun naik (cukainya),” tegasnya.

Dia menyebut, tidak ada pengusaha rokok di Madura yang berniat merugikan atau melawan negara.

Para pelaku usaha pada dasarnya ingin berbisnis secara aman, nyaman, dan sesuai aturan yang berlaku.

Karena itu, dirinya berharap agar pemerintah daerah juga turut hadir memperjuangkan pengusaha rokok ke pemerintah pusat.

Harapannya, agar kebijakan cukai yang diterapkan pemerintah pusat bisa memihak kepada pengusaha rokok.

”Tolong di-sounding aspirasi kami kepada pemerintah pusat. Bagaimana pemerintah daerah bisa melobi agar tarif cukai rokok lebih murah.

Karena keberadaan pabrikan rokok sangat menguntungkan dan membantu bagi masyarakat dan pemerintah daerah,” pintanya.

Bupati Pamekasan Kholilurrahman berjanji akan memperjuangkan tarif cukai yang dikeluhkan pengusaha rokok lokal.

Pihaknya sudah menyampaikan hal ini ke Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono yang baru-baru ini berkunjung ke Pamekasan.

”Kami juga ingin ada penambahan kelas cukai, kalau selama ini yang ada hanya kelas satu, dua, dan tiga, nanti ada kelas empat khusus untuk pelaku usaha rokok lokal atau skala kecil. Apa yang menjadi keinginan mereka (pengusaha, Red) akan kami perjuangkan,” pungkasnya. (lil/jup)

Editor : Amin Basiri
#kabupaten pamekasan #rokok #cukai #pengusaha rokok