Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

DKPP Pamekasan Tidak Punya Cadangan Pangan

Fatmasari Margaretta • Jumat, 29 November 2024 | 04:05 WIB
CEK STOK: Petugas mengontrol beras banpang di gudang Perum Bulog di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Rabu (25/9). (KHOLIL RAMLI/JPRM)
CEK STOK: Petugas mengontrol beras banpang di gudang Perum Bulog di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Rabu (25/9). (KHOLIL RAMLI/JPRM)

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan tidak memiliki cadangan pangan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat.

Ketersediaan pangan, khususnya beras, sepenuhnya berada di pihak Perum Bulog.

Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan DKPP Pamekasan Frida Eka Diana mengeklaim sudah berkoordinasi dengan pihak Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan.

Dia meyakini, stok pribadi masyarakat Kota Gerbang Salam dapat mencukupi kebutuhannya. 

Menurut Anna, DKPP Pamekasan sudah menyalurkan bantuan pangan (banpang) kepada masyarakat bersama Perum Bulog.

Hal tersebut merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan pangan sejak masuk musim kemarau.

”Tahun ini ada tiga tahap bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk masyarakat. Setiap tahap tiga kali penyaluran, terakhir di Desember nanti,” kata Anna kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Perempuan berhijab itu menyebut, data keluarga penerima manfaat (KPM) diperoleh dari Bapanas.

Karena itu, pihaknya hanya memantau beras yang akan disalurkan hingga sampai kepada pihak penerima.

”Untuk memastikan apakah beras yang disalurkan layak atau tidak, dan tepat sasaran atau tidak,” jelasnya.

Direktur Perum Bulog Cabang Madura Kuswadi mengaku program penyaluran beras terhadap KPM sudah dilakukan.

Jumlah penerima banpang di Pamekasan 118.830 KPM di 13 kecamatan.

”Program tersebut merupakan program pemerintah untuk mengintervensi pasar supaya harga beras tidak naik. Selain itu, untuk mencegah dan meminimalkan krisis pangan,” terangnya.

Dia menjelaskan, penyaluran banpang dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama dilaksanakan Januari hingga Maret.

Tahap kedua dari April hingga Juni. Sementara tahap ketiga, Agustus, September, dan Desember.            

”Seperti biasa, setiap KPM akan mendapatkan 10 kg beras. Jadwal penyalurannya masih disusun oleh tim. Namun, paling cepat awal Desember mulai disalurkan,” pungkasnya. (lil/luq)

Editor : Fatmasari Margaretta
#Bapanas #kemarau #stok #bantuan #cadangan #bulog #pangan #kpm #penyaluran