Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Aktivis PamekasanTuding Korwil BGN Lalai

A
Penulis: Amin Basiri❯
ADUKAN TEMUAN: Iklal Iljas Husain memberikan keterangan pers usai melaporkan korwil BGN ke Polres Pamekasan, Jumat (8/5).
ADUKAN TEMUAN: Iklal Iljas Husain memberikan keterangan pers usai melaporkan korwil BGN ke Polres Pamekasan, Jumat (8/5).

Advertisement

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Banyaknya satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang belum memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para pekerjanya mendapat sorotan tajam dari kalangan aktivis. Kondisi ini mengindikasikan adanya kelalaian Badan Gizi Nasional (BGN) di tingkat daerah.

Aktivis Forum Masyarakat Peduli Antikorupsi dan Sosial (Formasi) Pamekasan Iklal Iljas Husain menilai, seharusnya seluruh SPPG yang beroperasi wajib memastikan pekerjanya terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Hal itu sebagai bentuk perlindungan dasar terhadap risiko kerja sebagaimana yang telah tertuang dalam dokumen teknis pengelolaan dapur makan bergizi gratis (MBG).

Advertisement

"Ini mengindikasikan masih adanya kelalaian dalam pengawasan. BGN pusat harus berani mengevaluasi kinerja korwil di Pamekasan," ungkap Iklal.

Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, jumlah SPPG yang telah mengikutsertakan relawannya dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan baru mencapai 104 dapur.

Sementara itu, total dapur yang beroperasi tercatat sebanyak 129 unit.

Advertisement

 Artinya, masih terdapat 25 dapur yang terindikasi melanggar Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

"Seharusnya ada sanksi tegas terhadap sejumlah SPPG yang belum memenuhi kewajibannya. Jangan karena ini program prioritas, kemudian dibiarkan melanggar undang-undang," tegasnya.

Upaya Jawa Pos Radar Madura (JPRM) untuk mengonfirmasi Korwil BGN Pamekasan Hariyanto Rahmansyah Tri Arif tidak membuahkan hasil.

Berulang kali nomor yang digunakan dihubungi, tetapi yang bersangkutan tidak merespons meskipun dalam kondisi aktif.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Guru Madin Keluhkan Minim Perhatian, Anggota DPR RI Perjuangkan Kesejahteraan dan Bantuan Pendidikan

Guru Madin Keluhkan Minim Perhatian, Anggota DPR RI Perjuangkan Kesejahteraan dan Bantuan Pendidikan

anggota Komisi VIII DPR RI Ansari menegaskan bahwa perhatian terhadap pendidikan tidak boleh dibatasi oleh status lembaga

Pemkab Pamekasan Sabet Dua Penghargaan Wilwatikta Awards 2026

Pemkab Pamekasan Sabet Dua Penghargaan Wilwatikta Awards 2026

Dua penghargaan tersebut masing-masing diraih dalam kategori pengentasan kemiskinan serta inisiatif pembangunan manusia dan kesejahteraan sosial.

Maju tanpa Kehilangan Jati Diri, Bupati-Wabup Pamekasan Ajak Rawat Budaya Madura

Maju tanpa Kehilangan Jati Diri, Bupati-Wabup Pamekasan Ajak Rawat Budaya Madura

Usia Kabupaten Pamekasan yang hampir lima abad menjadi bukti panjangnya perjalanan sejarah dan budaya. Namun, perkembangan zaman tidak boleh membuat masyarakat kehilangan jati diri sebagai bagian dari Madura.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer