
PAMEKASAN, RadarMadura.id – Tingginya tarif cukai rokok dinilai masih menjadi beban berat bagi pengusaha rokok, khususnya pelaku usaha baru di Madura.
Kondisi itu memicu berbagai persoalan, mulai dari tersendatnya produksi hingga maraknya peredaran rokok tanpa pita cukai atau rokok polos.
Ketua PCNU Pamekasan KH Muchlis Nasir menilai keberadaan pengusaha tembakau sejatinya memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah.
Tidak hanya bagi pelaku usaha, tetapi juga berdampak pada petani, buruh, hingga stabilitas pasar.
”PCNU Pamekasan menyatakan dukungan penuh kepada para pengusaha tembakau yang berkomitmen dan berpihak pada petani dan masyarakat miskin demi terwujudnya kesejahteraan bersama,” ujarnya.
Para pengusaha lokal dinilai kesulitan dalam menebus pita cukai karena biaya yang harus dikeluarkan cukup besar.
Akibatnya, tidak sedikit yang memilih jalan pintas agar usaha tetap berjalan, meski berisiko melanggar aturan.
Menurut Kiai Muchlis, sektor tembakau telah memberikan manfaat nyata bagi pemerintah melalui penerimaan negara. Di sisi lain, sektor ini juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat bawah.
”Kami melihat keberadaan pengusaha tembakau memberikan manfaat nyata bagi pemerintah, meningkatkan kesejahteraan petani dan buruh, menggerakkan stabilitas pasar, serta mendorong keberlanjutan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Fenomena rokok bodong kerap muncul sebagai pelarian bagi sebagian pelaku usaha kecil. Mereka berupaya bertahan di tengah tekanan biaya produksi yang meningkat.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




