Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Survei RTLH Bencana Belum Rampung

A
Penulis: Amin Basiri❯
DITINJAU: Sejumlah rumah warga di Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, rusak berat akibat bencana tanah gerak, Rabu (21/1).
DITINJAU: Sejumlah rumah warga di Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, rusak berat akibat bencana tanah gerak, Rabu (21/1).

Advertisement

 

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pemohon bantuan program rumah tidak layak huni (RTLH) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Pamekasan cukup tinggi. Hingga triwulan pertama 2026, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Pamekasan mencatat sudah menerima sebanyak 44 pengajuan.

”Itu pengajuan yang masuk pada 2026. Namun, untuk rumah rusak ada yang terdampak bencana di akhir 2025 akibat hujan dan angin kencang,” kata Staf Bidang Perumahan DPRKP Pamekasan Dwi Budayana Eka Dewantara.

Advertisement

Namun, dari puluhan pengajuan program RTLH tersebut belum ada yang dikerjakan. Alasannya, dinas terkait saat ini masih dalam tahap survei lapangan. Tujuannya, untuk memastikan kelayakan rumah terdampak sesuai dengan kriteria penerima bantuan serta tingkat kerusakan yang dialami.

”Kita survei semua, kalau sudah selesai baru nanti kami tentukan dan petakan fiknya berapa yang layak mendapat bantuan,” sebutnya.

Advertisement

Menurutnya, kuota program RTLH bencana tahun ini sebanyak 50 unit. Setiap unit mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 17.500.000. Dengan perincian Rp 2.500.000 untuk tukang dan sisanya Rp 15 juta untuk pengadaan bahan bangunan.

”Tidak bisa diterima dalam bentuk uang, harus berupa barang yang disalurkan kepada penerima manfaat,” tuturnya.

Ketua Komisi III DPRD Pameksan Ahmad Fauzi mendorong agar pemkab segera merealisasikan program RTLH bagi warga terdampak bencana. Dia meminta agar proses verifikasi dilakukan secara objektif dan tepat sasaran. Sehingga, bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

”Program ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, sehingga rumah warga yang rusak akibat bencana kembali layak, aman dan nyaman  ditempati,” pungkansya. (lil/bil)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Guru Madin Keluhkan Minim Perhatian, Anggota DPR RI Perjuangkan Kesejahteraan dan Bantuan Pendidikan

Guru Madin Keluhkan Minim Perhatian, Anggota DPR RI Perjuangkan Kesejahteraan dan Bantuan Pendidikan

anggota Komisi VIII DPR RI Ansari menegaskan bahwa perhatian terhadap pendidikan tidak boleh dibatasi oleh status lembaga

Pemkab Pamekasan Sabet Dua Penghargaan Wilwatikta Awards 2026

Pemkab Pamekasan Sabet Dua Penghargaan Wilwatikta Awards 2026

Dua penghargaan tersebut masing-masing diraih dalam kategori pengentasan kemiskinan serta inisiatif pembangunan manusia dan kesejahteraan sosial.

Maju tanpa Kehilangan Jati Diri, Bupati-Wabup Pamekasan Ajak Rawat Budaya Madura

Maju tanpa Kehilangan Jati Diri, Bupati-Wabup Pamekasan Ajak Rawat Budaya Madura

Usia Kabupaten Pamekasan yang hampir lima abad menjadi bukti panjangnya perjalanan sejarah dan budaya. Namun, perkembangan zaman tidak boleh membuat masyarakat kehilangan jati diri sebagai bagian dari Madura.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer