
PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pendistribusian menu makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Pamekasan menjadi atensi serius tim satuan tugas (satgas).
Pengawasan diperketat menyusul munculnya sejumlah dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) oleh mitra satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang terjadi belakangan ini.
Ketua Satgas Pamekasan Sukriyanto dengan tegas mengatakan tidak akan segan memberi sanksi tegas hingga pembekuan kerja sama bagi mitra SPPG yang terbukti melanggar ketentuan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas makanan, standar kebersihan, serta keamanan konsumsi bagi para penerima manfaat tetap terjaga.
”Tidak akan pandang bulu. Kalau terbukti melakukan kesalahan fatal, kami sanksi tegas,” ucap Sukri.
Selain memperkuat pengawasan internal, Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan itu juga meminta masyarakat berperan aktif dengan melakukan pengawasan partisipatif.
"Warga jangan takut melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran di lapangan, baik terkait kualitas menu, kebersihan dapur, maupun distribusi makanan," pintanya.
Menurutnya, setiap laporan yang masuk akan langsung ditindaklanjuti melalui verifikasi dan pemeriksaan lapangan.
Jika terbukti terjadi pelanggaran, mitra pelaksana diwajibkan melakukan perbaikan dalam waktu tertentu, bahkan dapat dikenakan sanksi pembekuan operasional apabila tidak memenuhi standar yang ditetapkan.
”Tidak usah takut melapor. Jika ada temuan langsung laporkan, pasti kami tindak lanjuti,” janjinya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




