Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IPLM Tiga Tahun Terakhir Turun

A
Penulis: Amin Basiri❯
JENDELA DUNIA: Pengunjung Perpusda M. Tabrani, Pamekasan sedang memilih koleksi buku bacaan.
JENDELA DUNIA: Pengunjung Perpusda M. Tabrani, Pamekasan sedang memilih koleksi buku bacaan.

Advertisement

PAMEKASAN, RadarMadura.id– Skor indeks pembangunan literasi masyarakat (IPLM) di Pamekasan menuai sorotan.

Pasalnya, dalam tiga tahun terakhir, sejak 2022 hingga 2024, nilainya justru mengalami penurunan.

Kondisi tersebut dinilai kontras dengan citra Pamekasan yang selama ini dikenal sebagai kota/kabupaten pendidikan di Madura.

Advertisement

Predikat tersebut seharusnya berbanding lurus dengan tingkat literasi masyarakat yang terus meningkat, bukan justru menurun.

Berdasar data yang dihimpun koran ini, pada 2022 IPLM Pamekasan di angka 93,63 poin.

Namun di 2023 mengalami penurunan menjadi 75,02, kemudian semakin turun tajam di 2024 hingga 56,14 poin. Skor tersebut jauh di bawah capaian IPLM provinsi yang berada di angka 78,6.

Advertisement

"Ini tugasnya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) untuk menaikkan indeks pembangunan literasi di Pamekasan," ucap anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Maltuful Anam.

Oleh karena itu, Ketua Fraksi Partai Bulan Bintang di DPRD Pamekasan itu mendorong dinas terkait untuk terus berinovasi dalam memperkuat budaya literasi di Pamekasan.

Berbagai terobosan program perlu dilakukan agar capaian IPLM kembali membaik.

"Kami dorong perpustakaan melengkapi dan memperkaya koleksi bukunya. IPLM Pamekasan pernah tinggi, akhir-akhir ini menurun. Ini harus menjadi koreksi bersama," tegasnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Perkuat Literasi dan Numerasi Siswa, SMPN 1 Proppo Gelar Pelatihan Jurnalistik

Perkuat Literasi dan Numerasi Siswa, SMPN 1 Proppo Gelar Pelatihan Jurnalistik

Kepala SMPN 1 Proppo Slamet Riady menyampaikan, selama ini sekolah juga membiasakan kegiatan literasi sebelum pembelajaran dimulai. Siswa diberi waktu lima menit untuk membaca, kemudian merangkum isi bacaan.

Jurnalistik Perkuat Bekal Literasi Siswa, Siswa SMPN 1 Pakong Antusias Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Jurnalistik Perkuat Bekal Literasi Siswa, Siswa SMPN 1 Pakong Antusias Ikuti Pelatihan Jurnalistik

Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pamekasan Jamil mengatakan, selain mengasah kemampuan menulis, kegiatan tersebut juga mendorong siswa berpikir kritis dan menyampaikan gagasan secara terstruktur.

Bedah Buku Raden Trunodjoyo: Jejak Kepahlawanan Madura, Hapus Stereotipe tentang Masyarakat Madura

Bedah Buku Raden Trunodjoyo: Jejak Kepahlawanan Madura, Hapus Stereotipe tentang Masyarakat Madura

Tadjul Arifien berharap, buku yang ditulis bukan sekadar untuk terbit, melainkan juga dibaca, dipahami, dan memberi manfaat bagi masyarakat. Dia ingin buku tersebut ikut mengikis stereotipe terhadap masyarakat Madura.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer