Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wagub Emil Apresiasi JPRM

H
DIAPRESIASI: Wagub Jatim Emil Dardak menerima penghargaan Tokoh Penggerak Industri Hasil Tembakau dari Direktur JPRM Abdul Aziz, Senin (29/12) malam. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
DIAPRESIASI: Wagub Jatim Emil Dardak menerima penghargaan Tokoh Penggerak Industri Hasil Tembakau dari Direktur JPRM Abdul Aziz, Senin (29/12) malam. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Tembakau menjadi salah satu komoditas pertanian terbesar di Pulau Madura.


Advertisement

Empat kabupaten di Madura menjadi penghasil tembakau terbesar dan berkualitas di Jawa Timur, bahkan nasional.

Keunggulan ini menjadikan sektor pertembakauan sebagai salah satu penopang ekonomi penting bagi masyarakat Madura.

Luas lahan tembakau di Madura mencapai 51.928,20 hektare. Bahkan, 23 persen dari total lahan tembakau di Jawa Timur berada di Madura.

Advertisement

Perinciannya, Kabupaten Pamekasan memiliki luas lahan tanam 32.205 hektare, Sumenep 15.823 hektare, Sampang 3.870 hektare, dan Bangkalan 30 hektare.

Angka itu menunjukkan dominasi Madura dalam produksi tembakau berkualitas tinggi di provinsi tersebut.

Angka itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim) Emil Elestianto Dardak saat malam penganugerahan MA 2025 yang diprakarasi Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Advertisement

Emil mengapresiasi penyelenggaraan event tahunan yang rutin digelar JPRM.

Ajang itu menjadi pengakuan publik terhadap kontribusi nyata berbagai pihak dalam memajukan sektor pertembakauan.

”Tembakau adalah komoditas yang susah-susah gampang mengelolanya. Jadi perlu kepekaan dalam melihat tata niaganya. Kita ingin petani tembakau yang sudah turun-temurun mengembangkan tembakau bisa sejahtera,” ungkapnya.

Emil menyebut tembakau menjadi penyumbang tertinggi kedua pada perekonomian industri manufaktur di Jawa Timur.

Bahkan, total produksi tembakau di Jatim mencapai 57 persen dari produksi nasional. Pemprov Jatim berkomitmen untuk berpihak kepada petani dan industri tembakau.

Emil yakin, penganugerahan MA yang digelar JPRM mampu meningkatkan motivasi para petani dan pelaku industri.

Tidak terkecuali pemerintah daerah untuk terus berinovasi dan bekerja sama dalam menjaga keberlanjutan serta kualitas produksi tembakau.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madura secara berkelanjutan.

”Sekarang tantangannya bagaimana industri tembakau ke depan bisa berdaya saing dan berkelanjutan, dan pekerjanya terus mendapat nafkah,” pungkasnya. (lil/jup)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bupati Minta Perda Tembakau Akomodasi Kepentingan Petani

Bupati Minta Perda Tembakau Akomodasi Kepentingan Petani

penyusunan regulasi harus dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kondisi riil pertembakauan di Sumenep.

Serapan Tembus 36 Ribu Ton, Transaksi Tembakau Disebut Lampaui APBD

Serapan Tembus 36 Ribu Ton, Transaksi Tembakau Disebut Lampaui APBD

Kabid Pembinaan dan Perlindungan Disperindag Pamekasan Raihan Akbar mengatakan, kualitas tembakau tahun ini lebih baik, sehingga transaksi banyak berada pada kisaran harga menengah hingga tinggi.

Penentuan Lahan KEK Tembakau Madura Harus Dikaji, Pemkab Pamekasan Belum Tentukan Lokasi Lahan

Penentuan Lahan KEK Tembakau Madura Harus Dikaji, Pemkab Pamekasan Belum Tentukan Lokasi Lahan

Sri Puji Harijani mengatakan, lahan yang dipilih harus melalui kajian akademik untuk memastikan potensi dan kelayakannya. Hasil kajian itu menjadi dasar sebelum ditetapkan untuk mendukung pembentukan KEK Tembakau Madura.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer