Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Orang NU Berpuasa 31 Hari

A
Penulis: Amin Basiri❯
IMAM S. ARIZAL, Mantan wartawan Jawa Pos Radar Madura
IMAM S. ARIZAL, Mantan wartawan Jawa Pos Radar Madura

Advertisement

Oleh: IMAM S. ARIZAL

INI kisah nyata. Ada warga NU yang menjelang bulan Ramadan tahun 2026 berangkat ke Makkah untuk melaksanakan ibadah umrah.

Alhasil dia memulai awal Ramadan (berpuasa) sejak Rabu,18 Februari 2026, mengikuti keputusan Mahkamah Agung Kerajaan Arab Saudi. 

Advertisement

Sebagaimana di Indonesia, Kerajaan Arab Saudi juga menentukan awal Ramadan dengan metode Rukyatul Hilal (pengamatan bulan sabit) yang dipimpin oleh Mahkamah Agung. 

Pertengahan Ramadan, si orang NU ini pulang ke Indonesia. Dia adalah warga negara yang taat. Termasuk dalam menentukan pelaksanaan Idulfitri. 

Kamis, 19 Maret 2026 dia mulai harap-harap cemas. Bagaimana tidak, di hari itu dia sudah memasuki hari ke-30 melaksanakan ibadah Ramadan.

Advertisement

Andai dia umrah 40 hari, semestinya hari ini (Jumat, 20 Maret 2026) dia sudah merayakan Idulfitri, di Makkah. 

Tetapi karena dia sudah berada di Indonesia, ceritanya sedikit berbeda. 

Sebagai warga negara yang taat, dia harus menunda merayakan Idulfitri. Sebab Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 H jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Alhasil dia berpuasa selama 31 hari. 

Cerita lainnya, ini juga kisah nyata, ada warga NU lainnya yang mengawali Ramadan di Indonesia, yakni Kamis, 19 Februari 2026. Di akhir Ramadan, dia berangkat umrah.

Advertisement
Editor : Amin Bashiri
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Menata Ulang Komunikasi Politik NU Pasca-Muktamar

Menata Ulang Komunikasi Politik NU Pasca-Muktamar

NU tidak hanya berhadapan dengan persoalan mekanisme pemilihan, tetapi juga berhadapa dengan berbagai narasi politik yang berkembang di ruang public (public sphare).

Bahas Pajak dan Zakat, Bahtsul Masail Maudluiyah Diwarnai Adu Argumentasi

Bahas Pajak dan Zakat, Bahtsul Masail Maudluiyah Diwarnai Adu Argumentasi

Bahtsul Masail Maudluiyah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) berlangsung penuh dinamika pendapat. Pada Bahtsul Masail kali ini membahas tentang fiskal bangsa ini dari perspektif fikih.

PCNU Pamekasan Suarakan Kemandirian Pesantren, Dalam Rapat Pleno Muktamar Ke-35 di Tambakberas

PCNU Pamekasan Suarakan Kemandirian Pesantren, Dalam Rapat Pleno Muktamar Ke-35 di Tambakberas

Ketua PCNU Pamekasan KH. Muchlis Nasir menilai, potensi ekonomi pesantren cukup besar untuk terus dikembangkan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer