
Oleh: IMAM S. ARIZAL
INI kisah nyata. Ada warga NU yang menjelang bulan Ramadan tahun 2026 berangkat ke Makkah untuk melaksanakan ibadah umrah.
Alhasil dia memulai awal Ramadan (berpuasa) sejak Rabu,18 Februari 2026, mengikuti keputusan Mahkamah Agung Kerajaan Arab Saudi.
Sebagaimana di Indonesia, Kerajaan Arab Saudi juga menentukan awal Ramadan dengan metode Rukyatul Hilal (pengamatan bulan sabit) yang dipimpin oleh Mahkamah Agung.
Pertengahan Ramadan, si orang NU ini pulang ke Indonesia. Dia adalah warga negara yang taat. Termasuk dalam menentukan pelaksanaan Idulfitri.
Kamis, 19 Maret 2026 dia mulai harap-harap cemas. Bagaimana tidak, di hari itu dia sudah memasuki hari ke-30 melaksanakan ibadah Ramadan.
Andai dia umrah 40 hari, semestinya hari ini (Jumat, 20 Maret 2026) dia sudah merayakan Idulfitri, di Makkah.
Tetapi karena dia sudah berada di Indonesia, ceritanya sedikit berbeda.
Sebagai warga negara yang taat, dia harus menunda merayakan Idulfitri. Sebab Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 H jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Alhasil dia berpuasa selama 31 hari.
Cerita lainnya, ini juga kisah nyata, ada warga NU lainnya yang mengawali Ramadan di Indonesia, yakni Kamis, 19 Februari 2026. Di akhir Ramadan, dia berangkat umrah.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




