BANGKALAN – Berbicara kabupaten paling berprestasi, Pamekasan berada di urutan pertama. Dari empat penyelenggaraan Madura Awards (MA), hanya sekali Bumi Ronggosukowati gagal menjadi yang terbaik. Pada tahun kedua diambil alih Kabupaten Sumenep.
Sementara dua kabupaten lain, yakni Sampang dan Bangkalan belum pernah mencicipi penghargaan prestisius tersebut. Apakah tahun ini ada juara baru atau akan kembali diraih Kabupaten Pamekasan dan Sumenep? Patut ditunggu.
Koordinator Penjurian MA 2017 Mohtazul Farid menjelaskan, penilaian kabupaten paling berprestasi cukup simpel karena hanya kuantitatif. Yakni berdasarkan prestasi yang diraih selama setahun yang dibuktikan dengan sertifikat atau piagam.
Tiap prestasi nilainya tidak sama. Tergantung levelnya. Untuk prestasi tingkat internasional lebih tinggi dari nasional. Prestasi nasional lebih tinggi nilainya dibandingkan prestasi tingkat provinsi. ”Setelah semua prestasi terkumpul, dilakukan pembobotan untuk menentukan juara satu, dua, dan tiga,” katanya.
Mantan Koordinator Liputan Jawa Pos Radar Madura itu menambahkan, semua data prestasi empat kabupaten sudah diterima panitia. Dengan demikian, tinggal merekap untuk menentukan kabupaten paling berprestasi. ”Rekap nilai dilakukan juri di masing-masing kabupaten. Kemudian dipadukan berdasarkan bukti sertifikat disaksikan semua juri,” jelas Farid.
Untuk penilaian empat kategori lainnya juga sudah tuntas. Nama-nama pemenang juga sudah diketahui. Para pemenang akan diumumkan pada Malam Anugerah Madura Awards 2017, yakni 22 Desember. ”Penentuan pemenang sempat alot, tapi dewan juri akhirnya sepakat,” dia.
Mohmmad Harun, juri Madura Awards 2017 dari Unija Sumenep memastikan penilaian untuk semua kategori objektif. Para juri profesional dan memilih yang benar-benar terbaik.
”Alhamdulillah selama ini tidak ada komplain terkait hasil penjurian. Ini membuktikan bahwa hasilnya bisa diterima oleh publik,” kata akademisi yang sudah empat kali menjadi juri Madura Awards tersebut.
Editor : Abdul Basri