Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Komisi C DPRD Jatim Siap Bedah Raperda Penyertaan Modal Jamkrida

A
Penulis: Amin Basiri❯

BERSAHAJA: Ketua Komisi C DPRD Jatim Adam Rusydi
BERSAHAJA: Ketua Komisi C DPRD Jatim Adam Rusydi


Advertisement

 

SURABAYA, RadarMadura.id – Komisi C DPRD Jawa Timur bersiap membahas rancangan peraturan daerah (raperda) tentang penyertaan modal daerah pada PT Jamkrida Jatim. Pembahasan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat paripurna DPRD Jatim yang digelar Senin (9/3).

Dalam rapat paripurna tersebut diputuskan bahwa pembahasan Raperda Penyertaan Modal Daerah pada Perusahaan Perseroan Daerah Penjaminan Kredit Daerah Jawa Timur dilanjutkan di Komisi C. Hasil keputusan itu dibacakan Sekretaris DPRD Jatim Moch. Ali Kuncoro.

Advertisement

Ketua Komisi C DPRD Jatim Adam Rusydi menegaskan, pihaknya akan mengkaji secara mendalam usulan penyertaan modal sebesar Rp 300 miliar pada Jamkrida Jatim.

Menurutnya, kondisi fiskal daerah saat ini tengah mengalami tekanan akibat sejumlah kebijakan dari pemerintah pusat.

"Kami tentu akan mengkaji betul pengajuan ini. Kenapa harus Rp 300 miliar, sementara kondisi fiskal daerah juga sedang mengalami pengurangan anggaran, mulai dari implementasi UU HKPD sampai dengan pengurangan transfer dari pemerintah pusat,” ujar Adam, Selasa (10/3).

Advertisement

Dia mengisyaratkan nilai penyertaan modal yang diajukan berpotensi disesuaikan dengan kemampuan fiskal Pemprov Jatim.

Sebab, pemerintah daerah juga memiliki berbagai skala prioritas pembangunan yang harus didahulukan.

"Bisa saja nanti angkanya menyesuaikan. Kami harus menghitung kemampuan fiskal daerah, karena ada banyak prioritas pembangunan yang juga membutuhkan dukungan anggaran,” imbuhnya.

Meski demikian, Adam mengakui secara regulasi Jamkrida Jatim memang membutuhkan tambahan modal.

Hal itu berkaitan dengan ketentuan dalam POJK Nomor 2/POJK.05/2017 tentang Penyelenggaraan Usaha Lembaga Penjaminan dan Lembaga Penjaminan Ulang.

Di sisi lain, Komisi C juga mencatat kinerja manajemen Jamkrida Jatim yang menunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dari peningkatan dividen yang disetor ke daerah sebagai bagian dari kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

"Saya melihat kepengurusan direksi saat ini cukup bagus. Lompatan kinerjanya signifikan. Awalnya dividen sekitar Rp 1 miliar, kemudian naik menjadi Rp 2 miliar hingga Rp 3,2 miliar. Ini tentu patut kita apresiasi,” jelasnya.

Namun, sebelum memberikan persetujuan, Komisi C meminta manajemen Jamkrida Jatim menyampaikan business plan yang jelas.

DPRD ingin memastikan penyertaan modal tersebut benar-benar memberi manfaat bagi daerah sekaligus memperluas akses penjaminan kredit bagi pelaku UMKM di Jawa Timur.

"Nanti akan kami analisis secara detail. Kalau modalnya ditambah, berapa potensi dividen yang bisa diberikan setiap tahun. Business plan-nya harus jelas dan akan kita bahas secara maksimal,” pungkas Adam. (bam/han)

Advertisement
Editor : Amin Bashiri
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Siapkan Rp 600 M Lebih untuk Pilgub Jatim, Pendanaan Dicicil Selama Tiga Tahun

Siapkan Rp 600 M Lebih untuk Pilgub Jatim, Pendanaan Dicicil Selama Tiga Tahun

Dana cadangan pilgub tersebut akan dihimpun secara bertahap selama tiga tahun anggaran.

Selisih Modal JGU Capai Rp 164 Miliar, DPRD Jatim Sebut Tak Otomatis Ditanggung APBD

Selisih Modal JGU Capai Rp 164 Miliar, DPRD Jatim Sebut Tak Otomatis Ditanggung APBD

Pada prinsipnya, Komisi C DPRD Jatim menilai Raperda perubahan bentuk hukum JGU telah disusun sesuai ketentuan perundang-undangan.

Ketua DPRD: APBD Jatim Harus Berdampak bagi Masyarakat

Ketua DPRD: APBD Jatim Harus Berdampak bagi Masyarakat

keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari angka pertumbuhan ekonomi. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana masyarakat merasakan manfaat pembangunan secara langsung, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, p

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer